Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup bertolak belakang pada Rabu, 12 Agustus 2026. Rupiah melemah, sedangkan IHSG menguat.
Rupiah tercatat melemah 0,09 persen atau 16 poin ke level Rp17.877 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat 1,69 persen ke 6.373.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia mengalami pelemahan. Hal ini diantaranya Won Korea (KRW) anjlok 0,40 persen, Dolar Singapura (SGD) melemah 0,06 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,04 persen, Yuan Tiongkok (CNY) 0,01 persen.
Penyebab Rupiah Melemah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan melemahnya rupiah ini salah satunya didorong oleh data penjualan ritel yang melemah pada Juni 2026.
Penjualan ritel di Indonesia mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat yang membuat konsumen lebih memilih menahan belanja barang non-esensial atau non-pokok seperti pakaian, alat komunikasi, dan perlengkapan rumah tangga,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Rabu, 12 Agustus 2026.
Selain itu, Ibrahim menyoroti utang pemerintah yang mencapai Rp10.293,69 triliun pada Juni 2026. Serta MSCI YANG akan mengumumkan hasil August 2026 Index Review.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp17,3 triliun dengan melibatkan 34,3 miliar saham dalam 2,09 juta kali transaksi. Sebanyak 452 saham naik, 168 tidak bergerak, dan 175 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Ekadharma International Tbk (EKAD) menguat 34,83 persen ke Rp240
- PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menguat 34,59 persen ke Rp214
- PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) menguat 28,57 persen ke Rp198






















