Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan menyisihkan sebagian keuntungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dialihkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan ini direncanakan mulai berjalan pada tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kembali ditempatkannya sebagian keuntungan BUMN ke APBN salah satunya untuk mengurangi utang pemerintah. Sebab, utang pemerintah pada Juni 2026 sudah mencapai Rp10.293,69 triliun.
Ada ide presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah. Sehingga itu bisa ngurangin utang kita juga,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Masuk ke PNBP atau Tidak


Terkait apakah pengalihan sebagian keuntungan tersebut akan kembali masuk ke pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Purbaya mengaku masih mengodok ketentuannya.
Nanti kita tentukan bentuknya ke depan,”
jelasnya.
Sebagaimana diketahui, dividen BUMN sebelumnya masuk ke APBN melalui pos PNBP Kekayaan Negara Dipisahkan (KND). Namun, sejak hadirnya Danantara, seluruh dividen BUMN masuk ke institusi itu.
Mulai Berjalan Tahun Ini


Purbaya menyebut, sebagian keuntungan BUMN direncanakan akan mulai masuk secara bertahap pada tahun ini. Namun, ia enggan mengungkapkan kapan dividen BUMN itu mulai masuk ke APBN.
Sebagian tahun ini juga udah ada. Tapi nanti kita lihat petunjuk Bapak Presiden. Nanti kita lakukan secara bertahap, masih didiskusikan dengan Danantara,”
jelasnya.
Purbaya menjelaskan, alasan dialihkannya sebagian keuntungan itu untuk meningkatkan pendapatan agar APBN ke depannya bisa semakin berkesinambungan.
Jadi kita meningkatkan efisiensi pendapatan kita, dan ingin membuat anggaran kita ke depan semakin berkesinambungan. Segala cara kita manfaatkan termasuk pendapatan dari Danantara. Jadi kalau kurang ribut, kalau lebih ribut lagi,”
tuturnya.























