Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Rupiah merosot 0,02 persen atau 4 poin ke level Rp17.881 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh penguatan dolar AS karena rilis data inflasi AS.
Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS, yang secara luas menguat walau data yang menunjukkan inflasi di AS yang kembali termoderasi namun masih sesuai dengan ekspektasi,”
ujar Lukman kepada Owrite Kamis, 13 Agustus 2026.
Timur Tengah Masih Menekan


Namun, Lukman menilai ketidakpastian perdamaian antara di Timur Tengah antara AS dan Iran masih akan terus menekan nilai tukar rupiah.
Ketidakpastian seputar prospek perdamaian di Timur Tengah masih terus menekan rupiah,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan melemah di kisaran Rp17.800 per dolar AS hingga Rp17.900 per dolar AS.
Berdasarkan data perdagangan hari ini, sejumlah nilai tukar negara Asia turut melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) 0,06 persen, Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,03 persen, dan Yen Jepang (JPY) melemah 0,01 persen.

























