Persija Jakarta menjadikan peningkatan kondisi fisik sebagai salah satu prioritas utama selama menjalani pemusatan latihan atau Training Camp (TC) di Thailand.
Pelatih Shin Tae-yong menilai kebugaran pemain memiliki kaitan erat dengan kemampuan menjaga konsentrasi dan fokus ketika bertanding.
Macan Kemayoran telah berada di Thailand sejak Senin untuk menjalani persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Skuad Persija dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu, 23 Agustus.
Shin Tae-yong menjelaskan bahwa kemampuan fisik menjadi fondasi penting bagi seorang pesepak bola.
Menurutnya, pemain dengan kondisi tubuh yang prima akan lebih mampu menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Dasar paling penting dalam sepak bola adalah fisik. Dengan kondisi fisik yang kuat, konsentrasi dan fokus pemain juga akan semakin baik. Jadi, fisik merupakan salah satu hal yang sangat penting,”
kata Shin dalam video yang dibagikan Persija kepada awak media, Rabu 12 Agustus 2026.
Karena itu, aspek fisik menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus dalam program latihan Persija selama berada di Thailand.
Fisik Pemain
Tim pelatih Persija tidak langsung memberikan program latihan yang sama kepada seluruh pemain. Shin mengungkapkan bahwa timnya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik para pemain.
Pengecekan tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kekuatan tubuh, massa otot, hingga kadar lemak.
Hasil pemeriksaan kemudian menjadi dasar untuk menentukan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain.
Dengan begitu, kami berharap bisa memaksimalkan kondisi fisik setiap pemain,”
kata Shin.
Pendekatan tersebut dilakukan agar peningkatan kebugaran pemain berjalan lebih efektif dan tetap sesuai dengan kondisi individual mereka.
Pemain Cedera
Meski ingin meningkatkan kondisi fisik skuad, Shin Tae-yong memastikan program latihan tidak akan diberikan secara berlebihan.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut memilih metode peningkatan secara bertahap.
Kami berharap para pemain bisa menjalani pemusatan latihan ini dengan baik tanpa mengalami cedera,”
ungkap dia.
Dengan metode tersebut, Shin berharap para pemain dapat mencapai kondisi terbaik tanpa mengalami masalah kebugaran yang justru mengganggu persiapan menuju musim baru.
Selain meningkatkan fisik, Persija juga mulai membangun kembali aspek taktik selama TC di Thailand.
Shin mengakui Persija tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan pola permainan setelah harus mengikuti Piala Presiden 2026.
Padahal, sebelumnya Persija direncanakan langsung menjalani persiapan di Thailand dan tidak mengikuti turnamen pramusim tersebut.
Awalnya, Persija bahkan berencana menurunkan tim Elite Pro Academy (EPA) U20 di Piala Presiden 2026.
Karena itu, pemusatan latihan ini kami fokuskan untuk membangun kondisi fisik dasar dan taktik dasar tim. Kemarin, dengan adanya turnamen Piala Presiden, kami memang tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih taktik. Jadi, TC kali ini fokus pada taktik dasar dan fisik dasar pemain,”
kata STY.
Dua Kali Sehari
Selama berada di Thailand, Shin Tae-yong menerapkan program latihan dua kali sehari. Sesi pagi difokuskan untuk meningkatkan kekuatan fisik, sedangkan latihan sore digunakan untuk mengasah permainan tim.
Sekarang kami sudah berada di Thailand dan akan menjalani latihan dua kali sehari. Pada pagi hari kami fokus pada latihan penguatan, sedangkan sore hari kami fokus pada latihan taktik tim,”
tanjut STY.
Program tersebut diharapkan dapat membantu Persija memperbaiki kekurangan yang terlihat selama Piala Presiden 2026 sekaligus mempersiapkan skuad menghadapi kompetisi resmi.
TC di Thailand menjadi bagian penting dari persiapan Persija sebelum memasuki musim 2026/2027.
Shin Tae-yong tidak hanya mengejar peningkatan kebugaran, tetapi juga berusaha membangun kembali fondasi taktik tim.
Setelah kembali ke Jakarta, Persija akan menghadapi sejumlah agenda, termasuk peluncuran tim dan jersey serta pertandingan persahabatan internasional melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS) pada 29 Agustus.























