Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menambah koleksi trofi setelah menjuarai UEFA Super Cup 2026. Klub asal Prancis tersebut mengalahkan Aston Villa dengan skor 2-1 di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis dini hari, 13 Agustus 2026,
Pelatih PSG Luis Enrique menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari mentalitas para pemain yang selalu berusaha memberikan performa terbaik, terlepas dari kondisi pertandingan maupun situasi skuad.
Enrique mengakui persiapan menghadapi Aston Villa tidak mudah. Para pemain membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani rangkaian pertandingan sebelumnya.
Namun, semangat untuk memberikan yang terbaik kembali muncul ketika para pemain mengenakan seragam PSG.
“Pertandingan ini sulit dipersiapkan. Para pemain membutuhkan istirahat dan waktu bersama keluarga mereka, tetapi setiap kali mereka mengenakan seragam Paris Saint-Germain, ada ikatan dengan para penggemar, dan di antara para pemain itu sendiri,”
kata Enrique usai pertandingan, dikutip dari laman PSG.
“Apa yang kami tunjukkan lagi hari ini adalah, terlepas dari kesalahan dan banyak hal yang kurang, kami adalah tim yang selalu kami inginkan,”
tambah dia.
Pelatih asal Spanyol itu juga menekankan kontribusi seluruh pemain sangat penting. Menurutnya, pemain yang memulai pertandingan maupun yang masuk sebagai pemain pengganti memiliki peran sama penting.
Pemain Pengganti Juga Jadi Faktor Penting
Enrique menilai kedalaman skuad merupakan salah satu modal utama PSG dalam perburuan trofi. Setiap pemain dituntut siap memberikan kontribusi ketika mendapat kesempatan bermain.
“Kami selalu membicarakan para pemain yang memulai pertandingan, tetapi sangat penting untuk siap masuk sebagai pemain pengganti, terutama dalam pertandingan seperti ini. Semua pemain memiliki pemahaman yang sama, dan itu sangat penting. Karena untuk memenangkan trofi besar, Anda membutuhkan semua orang untuk bekerja sama,”
ucap Enrique.
Pernyataan tersebut menggambarkan cara Enrique melihat keberhasilan PSG sebagai hasil kerja kolektif, bukan hanya kontribusi pemain yang berada di starting XI.
PSG berusaha mengambil kendali permainan sejak menit-menit awal. Peluang pertama didapat Desire Doue pada menit ke-20, tetapi tembakannya masih dapat diamankan kiper Aston Villa, Marco Bizot.
Beberapa menit kemudian, PSG akhirnya membuka keunggulan. Khvicha Kvaratskhelia berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Doue.
Pemain asal Georgia tersebut melewati lawan melalui aksi individu sebelum melepaskan tembakan keras yang mengarah ke tengah gawang. PSG pun memimpin 1-0.
Aston Villa Samakan Kedudukan
Aston Villa tidak tinggal diam setelah tertinggal. Tim asuhan Unai Emery mulai meningkatkan tekanan dan hampir mencetak gol melalui Brian Madjo pada menit ke-28.
Sundulan Madjo dari jarak dekat masih melebar. Namun, peluang berikutnya berhasil dimaksimalkan pada penghujung babak pertama. Pada menit ke-45, Madjo mencetak gol lewat sontekan first time setelah menerima umpan silang John McGinn.
Skor berubah menjadi 1-1. Gol tersebut sekaligus membuat Madjo tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Memasuki babak kedua, Aston Villa kembali memberikan ancaman. McGinn hampir membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-50, tetapi tembakannya berhasil ditepis Matvey Safonov.
PSG kemudian kembali menemukan momentum. Pada menit ke-61, Desire Doue mencetak gol yang sempat dianulir karena dianggap berada dalam posisi offside. Setelah wasit melakukan pemeriksaan melalui VAR, gol tersebut akhirnya dinyatakan sah. PSG kembali unggul 2-1.
Dalam kondisi unggul, PSG lebih banyak berada dalam tekanan Aston Villa. Tim Inggris tersebut terus mencari gol penyama kedudukan, sementara PSG mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik.
Namun, hingga pertandingan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. PSG pun memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengangkat trofi Piala Super Eropa 2026.
Keberhasilan tersebut membuat PSG mengikuti jejak AC Milan dan Real Madrid yang sebelumnya mampu meraih Piala Super Eropa secara back-to-back.
Di sisi lain, kekalahan tersebut memperpanjang catatan kurang baik Unai Emery di ajang Piala Super Eropa. Pelatih Aston Villa itu kini telah menelan kekalahan dalam empat penampilan padaa kompetisi tersebut.


























