Presiden RI Prabowo Subianto membeberkan sejumlah capaian dan program pemerintah selama 21 bulan masa pemerintahannya. Salah satunya komitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prabowo menilai pembangunan manusia perlu dimulai dari pemenuhan gizi. Menurutnya, anak-anak tidak boleh belajar dalam kondisi lapar karena asupan makanan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kemampuan belajar.
Tidak boleh anak-anak kita belajar dalam kondisi lapar, tidak ada yang belajar dengan baik kalau lapar,”
kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan anak yang belajar dalam kondisi lapar akan sulit mengikuti pembelajaran dengan baik. Ia juga menyebut angka stunting masih berada di kisaran 25 persen atau sekitar satu dari empat anak Indonesia.
Tidak boleh anak-anak kita belajar dalam kondisi lapar, tidak ada yang belajar dengan baik kalau lapar,”
ujar Prabowo.
Menurutnya, kekurangan gizi bisa menghambat perkembangan otak, otot, dan tulang. Maka itu, program MBG perlu dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi.
Soroti Korupsi MBG
Prabowo juga menyoroti penggunaan anggaran MBG. Ia meminta program tersebut dijalankan secara bertanggung jawab agar dana yang diperuntukkan bagi makanan anak benar-benar sampai kepada penerima.
Mereka yang mau korupsi dari dana makan anak-anak adalah orang yang tidak pantas dihormati,”
ujarnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan Christina Beno, siswi kelas 6 sekolah dasar dari Merauke, Papua Selatan, yang hadir dalam Sidang Tahunan MPR. Ia mengatakan MBG membantu anak-anak mendapatkan asupan gizi sehingga lebih bugar, fokus belajar, dan lebih rajin hadir di sekolah.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Christina dan anak-anak Indonesia yang terus belajar serta berkembang. Ia berharap anak-anak dari berbagai daerah punya kesempatan jadi pemimpin Indonesia di masa depan.
Negara akan hadir bersamamu,”
tutur Prabowo.
Selain pemenuhan gizi, Prabowo menilai bahwa pembangunan manusia juga harus diikuti dengan pendidikan yang baik dan fasilitas sekolah yang layak.
Ia menyebut 71.744 sekolah menjadi sasaran revitalisasi pada 2026. Angka itu meningkat dari 16.167 sekolah pada tahun sebelumnya.
Pemerintah menargetkan program tersebut menyasar 100.000 sekolah pada 2027. Selain itu, menargetkan seluruh sekolah SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren selesai direnovasi pada 2029.
Pembangunan sekolah juga diarahkan ke wilayah terpencil, termasuk Pulau Miangas. Prabowo mengatakan sekolah dan puskesmas di wilayah tersebut harus diperbaiki.

























