Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan kurang lebih 10 warga diduga masih terjebak reruntuhan bangunan akibat gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu 15 Agustus 2026 pagi tadi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyebut telah melakukan pencarian sekaligus mencari kebenaran adanya warga yang masih terjebak itu.
Tadi dilaporkan oleh Bapak Gubernur NTT itu ada beberapa, tapi di bawah sepuluh begitu. Tapi nanti tanya langsung Pak Gubernur,”
ujar Suharyanto saat konferensi pers virtual, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Korban Luka 13 Orang


BNPB melaporkan korban jiwa tercatat ada 38 orang, dua orang luka berat, dan 11 lainnya luka ringan. Korban jiwa didominasi 16 orang Kabupaten Manggarai, 17 di Kabupaten Manggarai Timur, dan tiga orang di Kabupaten Sikka, satu orang di Ende, dan satu orang di Manggarai Barat.
16 korban jiwa di Manggarai, beberapa diantaranya berhasil teridentifikasi, mereka adalah Stefanus, Fabian, Neno, Resni, Manus dan Yul.
Sementara 10 korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Termasuk identitas 17 korban meninggal di Manggarai Timur juga masih didata, serta satu korban dari Manggarai Barat.
BNPB telah berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, dan Polri untuk memberikan pertolongan sebagaimana yang menjadi prioritas pemerintah. Tim gabungan bakal diterjunkan menyisir bangunan yang diduga masih terdapat korban.
Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan,”
kata Suharyanto.
Evakuasi Mandiri


Suharyanto turut melaporkan, ada sekitar ribuan orang terdampak gempa tersebut telah melaksanakan evakuasi mandiri.
Kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,”
katanya.
Adapun akibat gempa di NTT, menyebabkan kerusakan fasilitas salah satunya ruas jalan tertimpa longsor. Namun, sejumlah untuk data resminya masih dalam pendataan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Beberapa fasilitas lain yang turut terdampak yakni rumah warga, puskesmas, dan satu rumah sakit di Maumere yang dilaporkan rusak. Kemudian, terdapat lima bandara dan dua pelabuhan turut rusak.
Tetapi tentu saja ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,”
ucapnya.























