Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengatakan perjuangan kemerdekaan tidak selalu dilaksanakan dengan turun ke medan tempur. Contoh, berkomitmen tidak menyalahgunakan amanah.
Hal itu dikatakan Setyo saat memberikan amanat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks KPK, Senin, 17 Agustus 2026.
“Pada masa sekarang, perjuangan dapat diwujudkan melalui pengabdian jujur, pelayanan tulus, keberanian menjaga prinsip, dan komitmen untuk tidak menyalahgunakan (wewenang),”
ucap Setyo.
Kerja Nyata demi Bangsa
Ia berujar kemerdekaan sebagai awal perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam amanat Pembukaan UUD 1945.
Dalam tema HUT ke-81 RI ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ menjadi pengingat kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata.
“Indonesia yang berdaulat adalah Indonesia yang mampu menentukan arah pembangunan dan mengelola sumber daya untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,”
tutur Setyo.
Dia menganalogikan kemerdekaan Indonesia juga harus menghadirkan kesempatan dalam pelayanan, hukum, dan pembangunan secara merata.
Sementara Indonesia yang makmur, memastikan hasil pembangunan betul-betul dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Sebagai pegawai KPK, kami memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Kami dipercaya untuk menjaga salah satu fondasi penting kehidupan berbangsa yaitu integritas,”
ucap Setyo.
Jaga Diri
Dalam kesempatan itu, Setyo mengajak seluruh pegawai komisi antirasuah menjaga integritas, profesionalisme, dan independensi dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi.
“Bukan karena kami bekerja di KPK, tetapi karena bangsa ini membutuhkan contoh bahwa amanah dapat dijalankan dengan jujur dan bertanggung jawab,”
kata dia.
Dia mengakui menjaga integritas bukan perkara yang mudah. Mulai dari tantangan, tekanan, hingga kritik bakal mewarnai perjalanan KPK.
Meski begitu, orang nomor wahid di KPK itu meyakini peran penting lembaganya bagi masyarakat selama seluruh insan KPK berpegang pada nilai yang benar
“Tetap berpegang pada nilai yang benar, tetap bekerja secara profesional, dan tetap menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,”
tutur dia.
























