Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Orang Tua Dukung Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD, tapi Ingatkan Jangan Sampai Anak ‘Gumoh’
Megapolitan

Orang Tua Dukung Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD, tapi Ingatkan Jangan Sampai Anak ‘Gumoh’

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
Last updated: Agustus 19, 2026 7:49 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
2 jam lalu
Share
Sejumlah siswa membaca buku saat layanan Perpustakaan Kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Stasiun Geneng, Ngawi, Jawa Timur
Sejumlah siswa membaca buku saat layanan Perpustakaan Kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Stasiun Geneng, Ngawi, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/nym)
SHARE

Wacana pengenalan bahasa asing bagi siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) mendapat respons positif dari orang tua murid. Meski dinilai bermanfaat, penerapannya diminta tetap disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing siswa.

Daftar isi Konten
  • Manfaat Cukup Pengenalan Dasar
  • Jangan Kejar Nilai

Saya sepakat kalau anak lebih cepat nangkap pelajaran kalau diajarkan sejak dini,”

kata Orang tua murid, Deasy Amalia kepada Owrite, Rabu, 19 Agustus 2026.

Deasy mengatakan dirinya sepakat apabila bahasa asing mulai dikenalkan sejak anak duduk di bangku kelas 1 SD. Menurutnya, anak cenderung lebih mudah menangkap pelajaran apabila dikenalkan sejak usia dini.

Namun, Deasy mengingatkan bahwa kemampuan setiap anak berbeda. Ia melihat masih ada anak yang harus beradaptasi dengan pelajaran bahasa Inggris yang saat ini sudah mereka dapatkan di sekolah.

Bahasa Asing Masuk SD Sejak Kelas 1, Guru Ungkap Risiko yang Harus Diantisipasi

Yang jadi masalah, enggak semua anak sudah menguasai pelajaran bahasa Inggris yang notabenenya sudah jadi pelajaran wajib anak SD,”

ujarnya.

Deasy mencontohkan pengalaman anaknya yang saat ini sudah mendapatkan dua pelajaran bahasa asing di sekolah, yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Di sekolah anak saya, anak mendapat dua pelajaran bahasa asing, bahasa Inggris dan bahasa Arab. Itu saja pendekatannya harus pakai lagu biar mudah diingat,”

tuturnya.

Karena itu, Deasy menilai penambahan bahasa asing lainnya perlu dipertimbangkan secara matang. Ia khawatir anak justru kesulitan mengikuti pelajaran apabila harus mempelajari terlalu banyak bahasa sekaligus.

Kalau ditambah bahasa asing lain, misalnya Prancis dan lain-lain, feeling-ku anak bakal sangat keteteran,”

ucapnya.

Menurut Deasy, anak kelas 1 SD sebenarnya sudah cukup siap untuk dikenalkan dengan bahasa asing. Namun, jumlah bahasa yang diberikan sebaiknya dibatasi.

Baca juga:
Bahasa Asing Masuk SD Sejak Kelas 1, Guru Ungkap Risiko… Wacana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) yang disampaikan…
Mendikdasmen Klarifikasi Wacana Bahasa Asing Prabowo: Yang Wajib Mulai 2027… Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meluruskan pernyataan Presiden Prabowo…
Pendidikan Indonesia Didorong Berstandar Global, Prabowo Soroti Bahasa Asing hingga… Pendidikan Indonesia didorong untuk memiliki standar yang semakin tinggi agar anak-anak mendapat…
  • Bahasa Asing Masuk SD Sejak Kelas 1, Guru Ungkap Risiko yang Harus…
  • Mendikdasmen Klarifikasi Wacana Bahasa Asing Prabowo: Yang Wajib Mulai 2027 Hanya Bahasa…
  • Pendidikan Indonesia Didorong Berstandar Global, Prabowo Soroti Bahasa Asing hingga Teknologi

Menurutku sudah siap, tapi bahasa asingnya mungkin dibatasi, satu-dua saja,”

ujarnya.

Ia menilai anak kelas 1 SD sudah menghadapi cukup banyak pelajaran umum lainnya. Karena itu, pembelajaran bahasa asing jangan sampai membuat anak merasa semakin terbebani.

“Anak sepertinya sudah cukup overwhelmed dengan berbagai mata pelajaran umum lainnya,” kata Deasy.

Manfaat Cukup Pengenalan Dasar

Deasy mengatakan manfaat yang paling diharapkannya dari pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 SD bukanlah agar anak langsung mahir. 

Menurutnya, anak cukup memiliki kemampuan dasar dan mulai terbiasa mendengar serta menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaatnya paling sekadar ngerti dikit-dikit saja, misalnya untuk nyapa orang, nanya kabar, dan mereka sedikit familiar,”

tuturnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak langsung memberikan terlalu banyak bahasa kepada anak dalam waktu bersamaan.

Opsi Bahasa Asing Jadi Pelajaran SD, Komisi X: Sesuaikan Minat Anak

Alangkah baiknya enggak usah langsung dijejelin berbagai bahasa sekaligus. Yang ada nanti anak gumoh,”

jelasnya.

Kekhawatiran terhadap beban belajar juga menjadi perhatian Deasy. Terlebih, menurutnya, masa peralihan dari taman kanak-kanak (TK) ke SD saja sudah menjadi tantangan tersendiri bagi anak.

Iya, sangat khawatir. Peralihan TK ke SD kan juga lumayan challenging,”

terang Deasy.

Apalagi, jika bahasa asing yang diberikan merupakan bahasa yang tidak dikuasai oleh orang tua, proses pendampingan belajar di rumah juga dapat menjadi tantangan.

Kalau ketambahan bahasa asing lain, yang orang tuanya juga sama sekali enggak familiar, bakal susah ngajarinya,”

akuinya.

Karena itu, Deasy mengusulkan agar pembelajaran bahasa asing tambahan dapat diberikan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler sehingga tidak wajib diikuti seluruh siswa.

Mungkin jadi ekskul tambahan saja. Jadi buat yang mau-mau saja,”

paparnya.

Sementara itu, orang tua murid lainnya, Tuty Alawiyah, juga mendukung wacana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 SD. Namun, ia menekankan agar penerapannya benar-benar disesuaikan dengan usia anak.

Baca juga:
Prabowo Ungkap Bahasa Asing yang Perlu Dipelajari Anak SD, dari… Presiden Prabowo Subianto meminta agar sejak kelas 1 Sekolah Dasar (SD), anak…
Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang… Seorang konten kreator menyoroti kondisi SDN 112329 Padang Nabidang yang berlokasi di…
Benarkah Mengenalkan Bahasa Asing Sejak Dini Bisa Membuat Anak Lebih… Di era yang semakin terhubung secara global, banyak orang tua mulai mempertimbangkan…
  • Prabowo Ungkap Bahasa Asing yang Perlu Dipelajari Anak SD, dari Inggris hingga…
  • Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang di Depan…
  • Benarkah Mengenalkan Bahasa Asing Sejak Dini Bisa Membuat Anak Lebih Cerdas?

Menurut saya, wacana tersebut cukup bagus dan saya mendukung selama penerapannya disesuaikan dengan usia anak,”

kata Tuty.

Menurut Tuty, anak-anak saat ini memang perlu mendapatkan pengenalan bahasa asing sejak dini karena kemampuan tersebut dapat menjadi bekal ketika mereka tumbuh dewasa.

Anak-anak sekarang memang perlu dikenalkan dengan bahasa asing sejak dini karena akan menjadi bekal mereka ke depannya,”

ujarnya.

Meski demikian, Tuty menilai pembelajaran untuk anak kelas 1 SD sebaiknya masih berada pada tahap pengenalan. Ia tidak ingin anak langsung dibebani target pembelajaran seperti siswa di tingkat yang lebih tinggi.

Tapi menurut saya, sifatnya lebih ke pengenalan dulu, bukan pembelajaran yang terlalu serius seperti mengejar target nilai,”

tuturnya.

Tuty juga menilai anak kelas 1 SD cukup siap menerima pengenalan bahasa asing. Alasannya, anak pada usia tersebut masih berada dalam fase yang relatif mudah menyerap dan meniru bahasa baru.

Menurut saya sudah cukup siap, karena anak usia kelas 1 masih berada pada tahap mudah menyerap dan meniru bahasa baru,”

katanya.

Tapi kemampuan setiap anak kan berbeda-beda, jadi jangan sampai semua anak dituntut harus langsung bisa,”

tambah Tuty.

Menurutnya, proses pengenalan harus dilakukan secara bertahap dan menyenangkan sehingga anak tidak merasa tertekan.

Pendidikan Indonesia Didorong Berstandar Global, Prabowo Soroti Bahasa Asing hingga Teknologi

Yang penting mereka dikenalkan secara bertahap dan tidak membuat anak merasa tertekan,”

katanya.

Jangan Kejar Nilai

Tuty berharap pengenalan bahasa asing dapat membuat anak lebih terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa tersebut, khususnya bahasa Inggris.

Saya berharap anak jadi lebih terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris,”

harapnya.

Selain kemampuan berbahasa, ia menilai pengenalan bahasa asing juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas wawasan anak.

Selain menambah kemampuan berbahasa, menurut saya belajar bahasa asing juga bisa membuat anak lebih percaya diri dan membuka wawasan mereka terhadap dunia luar,”

ujarnya.

Dengan pengenalan sejak dini, Tuty berharap anak setidaknya memiliki dasar ketika mereka memasuki usia yang lebih besar.

Setidaknya ketika mereka besar nanti, mereka sudah punya dasar dan tidak merasa asing dengan bahasa tersebut,”

tutup Tuty.
Tag:Bahasa AsingBahasa Asing Sejak SDNahasa IndonesiaOrang tua dukungpenerapan bahasaSekolah Dasar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Roberto Carlos Dikabarkan Mualaf Usai Bertemu Tokoh Islam Brasil, Ucap Syahadat 4 Pekan Lalu
By Hadi Febriansyah
Mantan bintang Timnas Brasil dan Real Madrid Roberto Carlos.
1
Mulai Oktober, Bayar Pakai QRIS di Bawah Rp100 Ribu Tak Kena MDR, Ini Aturannya
By Ani Ratnasari
Penumpang memindai kode QR untuk membayar tiket bus Trans Jateng di Semarang, Jawa Tengah
2
DPR dan Pemerintah Finalisasi Nasib Guru PPPK, Ada Jalan Baru Menuju Status PNS
By Rika Pangesti
Ilustrasi Gedung DPR
3
Praperadilan Eks Jampidsus: Polri Buka Suara atas Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah
By Rahmat Baihaqi
Polri memberikan jawaban atas gugatan praperadilan kubu eks Jampidsus Febrie di PN Jakarta Selatan, 19 Agustus 2026.
4
Intip Isi Goodie Bag Upacara 17 Agustus di Istana Negara
By Ossid Duha Jussas Salma
Isi goodie bag suvenir Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Guru membimbing siswi mengerjakan soal saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026).
Megapolitan

Bahasa Asing Masuk SD Sejak Kelas 1, Guru Ungkap Risiko yang Harus Diantisipasi

Wacana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) yang disampaikan…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
3 jam lalu
Ilustrasi miras dan kekerasan di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Megapolitan

Cuma “Dihajar” Intisari: Pria Tanpa Busana Ngamuk Pukuli Pemotor di Jagakarsa

Seorang pria tanpa busana memukul para pemotor yang melintas di Jalan Raya…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
4 jam lalu
Petugas kepolisian dan mahasiswa duduk bersama saat berlangsung unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Megapolitan

Dugaan Perecok Aksi BEM UI: Mahasiswa Bawa Pisau, Sopir Ambulans Angkut Golok

Polda Metro Jaya menangkap orang yang membawa benda berbahaya saat demonstrasi BEM…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
11 jam lalu
Kendaraan bermotor melintas saat hujan lebat di Jalan Sudirman, Jakarta
Megapolitan

Cuaca Jakarta 19 Agustus: Hujan Ringan Mengintai 5 Wilayah, Kepulauan Seribu Berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah DKI Jakarta…

Syifa FauziahRahmat Tunny OWRITE
By
Syifa Fauziah
Rahmat Tunny
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up