Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 22 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang
Hype

Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 21, 2026 4:49 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
1 jam lalu
Share
Ilustrasi ruangan berantakan
Ilustrasi ruangan berantakan (Foto: unsplash Wonderlane)
SHARE

Rumah yang dipenuhi tumpukan barang hingga membuat penghuni kesulitan bergerak atau menggunakan ruangan sebagaimana mestinya bukan sekadar persoalan rumah berantakan.

Daftar isi Konten
  • Hoarding Disorder
  • Tanda Perilaku
  • Penyebab Hoarding Disorder
  • Kebiasan Menyimpan Barang
  • Cara Mengatasi
  • Harus Cepat Ditangani

Dalam kondisi tertentu, kebiasaan menyimpan barang secara berlebihan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan hoarding disorder. Gangguan ini membuat seseorang mengalami kesulitan untuk membuang atau berpisah dengan barang yang dimilikinya, termasuk barang yang sudah tidak lagi digunakan.

Seperti apa tandanya, dilansir dari laman psikologi Mitra Keluarga, berikut penjelasanya.

Hoarding Disorder

Hoarding disorder adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kesulitan berlebihan untuk membuang atau berpisah dengan barang, terlepas dari nilai barang tersebut.

Kondisi ini kemudian menyebabkan barang menumpuk hingga memenuhi ruang di rumah dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga:
Siapa yang Suka Halu Sampai Lupa Waktu? Hati-hati Jangan-jangan Kamu… Pernah nggak kamu melamun sambil ngebayangin masa depan, ngulang kejadian memalukan, ngobrol…
Fenomena Bed Rotting Viral di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap… Belakangan, fenomena bed rotting ramai diperbincangkan gen z di media sosial. Fenomen…
Breadcrumbing, Tren Hubungan Modern yang Menguras Emosi Di era media sosial dan aplikasi kencan, dinamika hubungan semakin beragam. Salah…
  • Siapa yang Suka Halu Sampai Lupa Waktu? Hati-hati Jangan-jangan Kamu Kena Maladaptive…
  • Fenomena Bed Rotting Viral di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap Dampaknya pada…
  • Breadcrumbing, Tren Hubungan Modern yang Menguras Emosi

Orang dengan kondisi ini bukan sekadar gemar menyimpan barang. Mereka dapat merasa cemas, tertekan, atau panik ketika harus membuang sesuatu yang dianggap masih memiliki manfaat, nilai sentimental, atau kemungkinan digunakan di masa depan.

Tanda Perilaku

Gejala hoarding disorder dapat terlihat dari kebiasaan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan. Beberapa cirinya antara lain:

·   Sulit membuang atau memberikan barang, meskipun sudah tidak digunakan.

·   Merasa cemas ketika harus membuang barang.

·   Menganggap barang yang disimpan akan berguna suatu saat nanti.

·   Merasa barang tertentu memiliki nilai sentimental atau tidak tergantikan.

·    Kesulitan menata dan mengorganisasi barang.

·    Ruangan di rumah tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya karena dipenuhi tumpukan barang.

·     Penumpukan barang mulai mengganggu hubungan dengan keluarga atau orang di sekitar.

Penyebab Hoarding Disorder

Keengganan membuang barang pada penderita hoarding disorder biasanya bukan karena sekadar malas membersihkan rumah.

Mereka dapat memiliki keterikatan emosional yang kuat terhadap barang yang disimpan. Perasaan sayang terhadap barang juga dapat membuat mereka merasa sangat sulit untuk berpisah dengannya.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan sejumlah faktor, termasuk faktor genetik, pengalaman hidup, serta cara seseorang memproses informasi dan mengambil keputusan.

Riwayat keluarga dengan perilaku menimbun, pengalaman traumatis, cedera otak, serta kebiasaan tertentu juga dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko.

Kebiasan Menyimpan Barang

Seseorang masih dapat dikatakan memiliki kebiasaan menyimpan barang secara wajar jika barang-barang tersebut tertata dan tidak mengganggu fungsi ruangan maupun aktivitas sehari-hari.

Menkes Sebut 28 Juta Masyarakat Indonesia Alami Gangguan Mental

Sebaliknya, hoarding disorder dapat menyebabkan tumpukan barang membuat seseorang kesulitan menggunakan kamar, dapur, kamar mandi, atau ruang lainnya. Kondisi tersebut juga dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu hubungan dengan orang di sekitarnya.

Cara Mengatasi

Penanganan hoarding disorder dapat dilakukan melalui psikoterapi, salah satunya cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini membantu seseorang memahami pola pikir dan perilaku yang membuatnya sulit membuang barang.

Dalam prosesnya, pasien dapat belajar mengambil keputusan terhadap barang yang dimiliki, mengurangi kebiasaan menimbun, serta menata ruang secara bertahap. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan penggunaan obat-obatan, terutama jika terdapat gangguan lain yang menyertai.

Harus Cepat Ditangani

Jika kebiasaan menyimpan barang sudah membuat rumah tidak dapat digunakan dengan normal, mengganggu aktivitas sehari-hari, menimbulkan konflik dengan keluarga, atau membuat seseorang mengalami tekanan emosional, sebaiknya jangan dianggap sebagai sekadar kebiasaan berantakan.

Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu mengetahui apakah perilaku tersebut merupakan hoarding disorder atau kondisi lainnya. Diagnosis sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan mental, bukan berdasarkan penilaian terhadap kondisi rumah semata.

Tag:Gangguan MentalMembersihkan RumahPerilaku
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Prosesi khatam Al Quran dalam tradisi Mappacci
Hype

Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis

Setiap rangkaian pernikahan adat memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi anak belajar dengan kebebasan
Hype

Bukan Sekadar Bebas, Ini Cara Metode Montessori Mengembangkan Potensi Anak

Memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar bukan berarti membiarkan mereka melakukan apa…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Jemuran baju putih
Hype

Jangan Asal Cuci, Ini Tips Merawat Baju Putih agar Tidak Cepat Kusam

Baju putih menjadi salah satu pakaian yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi gunung api aktif
Hype

Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api Aktif

Gempa bumi dengan kekuatan besar kembali terjadi di sejumlah negara dalam beberapa…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up