Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menyiagakan 587.012 kilogram bantuan logistik di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk penanganan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pos Pendukung Logistik Nasional masih memiliki 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,”
ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi dikutip pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Bantuan yang masih disiagakan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan dasar dan penanganan darurat, mulai dari sembako, beras, mi instan, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan, serta peralatan pendukung penanganan darurat.
Stok tersebut menjadi bagian dari total 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton bantuan yang telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional sejak 15 Agustus 2026.
Bantuan tersebut berasal dari 72 donatur yang terdiri atas kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan sejumlah mitra lain.
Kirim
Dari total bantuan yang masuk, 954.438 kilogram telah dimobilisasi menuju Labuan Bajo dan Maumere. Distribusi dilakukan melalui jalur udara menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara maupun pesawat kargo komersial.
Kemudian, 354.438 kilogram dikirim melalui 28 sortie pesawat Hercules TNI AU. Rinciannya, 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216.511 kilogram dan 12 sortie menuju Maumere dengan muatan 137.593 kilogram.
Sementara itu, 600.000 kilogram bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie.
BNPB juga memperkuat distribusi melalui jalur laut yaitu 146.771 kilogram bantuan telah disiapkan untuk dikirim menggunakan KRI Semarang-594 menuju Labuan Bajo.
Pengiriman tersebut menggunakan 16 truk dengan muatan antara lain sembako, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, tenda, selimut, velbed, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, popok, pembalut dan kebutuhan dasar lain.
“Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah satu upaya untuk mempercepat mobilisasi bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah terdampak,”
kata Berton.
Jalan Udara
Di sisi lain, BNPB juga kembali menyiapkan distribusi bantuan melalui udara pada hari ini, dengan tiga penerbangan yang terdiri dari satu Airbus dan dua Boeing. Total bantuan yang akan dikirim mencapai 36.892 kilogram menuju Labuan Bajo dan Maumere.
BNPB memastikan distribusi logistik akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
“BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan berbagai mitra untuk memastikan bantuan dapat dimobilisasi dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,”
tutur Berton.






















