KAI Commuter mengatakan bahwa penumpang Commuter Line yang menggunakan Stasiun Karet harus mengubah pola perjalanan mulai 1 September 2026. Hal itu disebabkan KAI Daop 1 Jakarta memulai pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru/BNI City, yang membuat seluruh layanan naik dan turun di Stasiun Karet untuk sementara dialihkan ke BNI City.
Pekerjaan integrasi tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026. Kebijakan ini akan berdampak langsung pada pengguna Stasiun Karet yang selama Januari-Juli 2026 mencatat lebih dari 4,3 juta aktivitas penumpang, baik naik maupun turun.
Selama proses pekerjaan integrasi ini disiapkan dengan prinsip kehati-hatian karena Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna Commuter Line dan masyarakat sekitar stasiun,”
kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi dalam keterangan resmi, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, penumpang yang sebelumnya naik atau turun di Stasiun Karet harus menggunakan Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Akses menuju BNI City disiapkan melalui selasar di samping Stasiun Karet.
Fasilitas gate elektronik, loket, dan hall di sisi barat Stasiun BNI City juga telah dipasang dan akan diintegrasikan dengan akses dari pintu Karet.
Selama proses pekerjaan tersebut, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City,”
ujarnya.
Lebih dari 4,3 Juta Penumpang Terdampak


Besarnya perubahan pola perjalanan ini terlihat dari volume pengguna Stasiun Karet. Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Karet mencatat 2.175.455 pengguna naik dan 2.127.155 pengguna turun.
Sebagai pembanding, Stasiun BNI City atau Sudirman Baru mencatat 940.478 pengguna naik dan 662.808 pengguna turun pada periode yang sama.
Jika digabung, kedua stasiun tersebut telah melayani 5.905.896 aktivitas naik dan turun pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang Januari-Juli 2026.
Meski layanan di Stasiun Karet dialihkan, perjalanan Commuter Line pada lintas Kampung Bandan/Cikarang tidak mengalami perubahan.
Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas tersebut melalui Stasiun Karet dan Sudirman Baru/BNI City.
Dengan demikian, perubahan yang terjadi selama masa integrasi adalah lokasi naik dan turun penumpang yang sebelumnya dilakukan di Stasiun Karet menjadi di Stasiun Sudirman Baru/BNI City.
Sementara itu, layanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City tidak mengalami perubahan. Proses naik dan turun penumpang Basoetta tetap mengikuti pola layanan yang berlaku saat ini.
KAI Buat Pengaturan Arus Penumpang


VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penataan integrasi tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas layanan yang lebih baik, termasuk akses dari sisi Stasiun Karet hingga akses menuju terowongan Kendal.
Penataan kawasan integrasi juga akan menghadirkan aksesibilitas di sisi Stasiun Karet dan aksesibilitas di sisi terowongan Kendal,”
tutur Karina.
Untuk mengantisipasi perubahan pola perjalanan, KAI Commuter akan menyiapkan petugas serta fasilitas informasi bagi pengguna. Petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, hingga pengaturan arus pelanggan akan disiapkan selama proses integrasi.
Ini semua kami siapkan juga agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik pengguna Commuter Line. Jadi, kami tetap mengupayakan agar semua tetap berjalan lancar,”
tekan Karina.
KAI Commuter pun mengimbau pengguna yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet untuk menyesuaikan perjalanan dan menggunakan Stasiun BNI City selama pekerjaan integrasi berlangsung.


























