Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah ditutup berlawanan arah pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Rupiah melemah, sedangkan IHSG menguat.
Rupiah tercatat melemah 0,16 persen atau 29 poin ke level Rp17.722 per Dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan IHSG menguat 0,11 persen ke level 6.525.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar negara Asia yang melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,16 persen, Baht Thailand (THB) melemah 0,06 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,05 persen.
Pendorong Rupiah Loyo


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan pelemahan rupiah didorong oleh Amerika Serikat (AS) yang menyerang Pulau Larak, Iran. Serangan itupun dibalas oleh Iran yang menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania.
Pasukan AS menyerang dua peluncur rudal di Pulau Larak, Iran yang terletak di Selat Hormuz pada hari Minggu ini merupakan serangan pertama yang diketahui dilakukan oleh pihak Amerika terhadap negara Teluk tersebut sejak akhir Juli,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Senin, 31 Agustus 2026.
Selain itu, pelemahan juga didorong oleh pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole. Warsh menekankan bahwa fokus utama bank sentral saat ini adalah stabilitas harga.
Saham Menguat


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp24,7 triliun dengan melibatkan 49,9 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi. Sebanyak 392 saham naik, 166 tidak bergerak, dan 233 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menguat 34,16 persen ke Rp216
- PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) menguat 31,08 persen ke Rp97
- PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menguat 25 persen ke Rp310






















