Persija Jakarta mengakhiri rangkaian pertandingan pramusim 2026 dengan hasil positif. Macan Kemayoran sukses mengalahkan Brisbane Roar dengan skor meyakinkan 4-0 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dikutip pada Senin, 31 Agustus 2026, kemenangan tersebut menjadi penutup persiapan Persija sebelum memasuki persaingan Super League 2026/2027. Sepanjang pramusim, Persija menjalani total delapan pertandingan.
Lima pertandingan dimainkan dalam ajang Piala Presiden 2026, dua laga berlangsung ketika pemusatan latihan di Thailand, sedangkan satu pertandingan terakhir digelar di JIS melawan Brisbane Roar.
Dari delapan pertandingan, Persija mencatatkan lima kemenangan. Macan Kemayoran juga meraih satu hasil imbang serta menelan dua kekalahan. Dua hasil negatif itu didapat ketika Persija menghadapi Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.
Dengan berakhirnya agenda pramusim, fokus Persija kini sepenuhnya beralih kepada kompetisi resmi. Tantangan pertama menanti pada awal September.
Ujian Pertama
Persija akan memulai perjalanan di Super League 2026/2027 dengan pertandingan tandang melawan Borneo FC Samarinda.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu 5 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB.
Borneo FC bukan lawan sembarangan. Mereka merupakan salah satu tim terbaik pada musim sebelumnya dan finis sebagai runner-up Super League 2025/2026.
Setelah menghadapi Borneo, Persija akan kembali menjalani pertandingan besar dengan menjamu Persib Bandung yang berstatus sebagai juara Super League 2025/2026.
Persib Bandung akan menjadi lawan kedua Persija pada musim baru. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 12 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB.
Duel ini berpotensi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di awal kompetisi karena mempertemukan dua tim besar dengan ambisi juara.
Kualitas Duo Monster
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menyadari bahwa dua pertandingan awal tersebut akan menjadi ujian berat bagi anak asuhnya.
Pelatih asal Korea Selatan itu mengapresiasi performa Persib Bandung dan Borneo FC pada musim sebelumnya. Menurut STY, keberhasilan keduanya finis di posisi teratas menunjukkan kualitas yang mereka miliki.
“Persib Bandung dan Borneo merupakan tim yang sangat bagus karena pada musim lalu mereka finis di posisi pertama dan kedua (musim lalu),”
kata Shin Tae-yong.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa Persija tidak akan menganggap enteng dua pertandingan awal Super League 2026/2027.
Shin Tae-yong juga memiliki pengalaman langsung menghadapi Persib Bandung. Persija harus mengakui keunggulan Maung Bandung ketika kedua tim bertemu di semifinal Piala Presiden 2026.
Hasil tersebut tentu menjadi bahan evaluasi bagi Persija sebelum kembali bertemu Persib pada pertandingan Super League mendatang.
Dengan target besar yang diusung klub pada musim baru, STY meminta para pemainnya menjaga fokus dan memberikan performa terbaik di setiap pertandingan.
Konsistensi
Shin Tae-yong berpendapat Persija tidak boleh hanya tampil maksimal ketika menghadapi lawan tertentu. Konsistensi menjadi hal penting apabila Macan Kemayoran ingin bersaing dalam perebutan gelar juara.
“Saya pikir kami harus memberikan yang terbaik di setiap pertandingan pada laga pertama, kedua, maupun seluruh pertandingan yang kami jalani,”
ucap Shin Tae-yong.
Kemenangan 4-0 atas Brisbane Roar menjadi modal kepercayaan diri bagi Persija. Namun, tantangan sebenarnya baru dimulai ketika kompetisi resmi bergulir.
Duel melawan Borneo FC dan Persib Bandung akan menjadi ujian awal bagi Shin Tae-yong dan skuad Macan Kemayoran untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam mengejar target juara Super League edisi ini.
























