Mees Hilgers akhirnya membuka babak baru dalam kariernya setelah meninggalkan FC Twente dan resmi bergabung dengan SC Heerenveen.
Bek Timnas Indonesia tersebut menyelesaikan kepindahannya pada penghujung bursa transfer musim panas 2026. Hilgers menandatangani kontrak selama dua tahun dengan opsi tambahan satu musim.
Di klub barunya, pemain berusia 25 tahun itu akan mengenakan nomor punggung 2. Kepindahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Hilgers bersama FC Twente, klub yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan kariernya sejak usia muda.
19 Tahun Bersama FC Twente
Hilgers bergabung dengan FC Twente ketika masih berusia sepuluh tahun. Dari akademi, ia secara bertahap berkembang hingga akhirnya mendapatkan tempat di tim utama.
Selama berseragam klub asal Enschede tersebut, Hilgers mencatatkan 129 penampilan resmi. Namun, fase terakhir kebersamaannya dengan FC Twente justru berlangsung penuh drama.
Masa depan sang pemain sempat menjadi tanda tanya setelah keinginannya untuk mencari klub baru tidak berjalan sesuai harapan. Persoalan kemudian berkembang menjadi sengketa mengenai status kontraknya.
Pada Mei 2026, FC Twente mengumumkan bahwa kontrak Hilgers diperpanjang secara otomatis hingga Juni 2027.
Perpanjangan tersebut mengacu pada ketentuan dalam Collective Labor Agreement atau CAO Contractspelers Betaald Voetbal.
Hilgers mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai aturan tersebut. Ia bahkan merasa situasi itu mungkin dapat dihindari apabila mendapatkan informasi yang lebih jelas sejak awal.
Saya pikir agen saya saat itu seharusnya bisa membatalkan kontrak saya. Itu satu-satunya hal yang bisa saya lakukan secara berbeda. Jika saya tahu aturan itu ada, saya akan menghubungi agen saya,”
ujar Hilgers kepada ESPN.
Dicoret Skuad FC Twente
Persoalan kontrak bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Hilgers di penghujung kariernya bersama FC Twente. Sang pemain sempat tidak masuk skuad setelah terjadi ketegangan terkait masa depannya.
Situasi tersebut membuat hubungan antara Hilgers dan klub semakin rumit.
Hilgers kemudian menilai terdapat pertimbangan finansial di balik keputusan FC Twente untuk mempertahankannya. Ia juga menjelaskan bagaimana status kontrak tersebut memengaruhi posisinya di dalam tim.
Karena Twente ingin mendapatkan keuntungan dari situasi kontrak itu, tentu saja,”
kata Hilgers.
Situasi sebenarnya adalah saya dikeluarkan dari skuad karena saya masih menyisakan kontrak satu tahun. Nah, sekarang mereka memperpanjangnya lagi untuk satu tahun, lalu apa yang ingin mereka capai? Mereka tidak ingin membiarkan saya pergi. Itu saja,”
sambungnya.
Situasi Hilgers di FC Twente semakin kompleks karena dirinya juga harus menghadapi cedera lutut serius. Cedera tersebut membuat bek Timnas Indonesia menjalani proses pemulihan cukup panjang.
Kondisi itu turut membuatnya kehilangan kesempatan mendapatkan menit bermain pada musim sebelumnya. Kini, setelah resmi berganti klub, Hilgers memiliki kesempatan untuk memulai kembali kariernya dan meninggalkan berbagai persoalan yang terjadi di masa lalu.
Ungkit Konflik
Hilgers memilih tidak memperpanjang cerita mengenai polemik yang terjadi selama periode terakhirnya bersama FC Twente.
Menurutnya, ada orang-orang terdekat dan mantan rekan setim yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ia tidak ingin membawa persoalan tersebut ke klub barunya.
Saya tidak akan menceritakan kisah lengkapnya karena saya ingin meninggalkannya di masa lalu. Tapi, orang-orang yang dekat dengan saya, para pemain, mereka tahu cerita yang sebenarnya,”
ucapnya.
Hilgers menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah masa depan bersama SC Heerenveen.
Jadi, mungkin Anda bisa bertanya kepada mereka, tapi saya memilih untuk meninggalkannya di masa lalu dan fokus ke depan,”
tegasnya.
Kepindahan ke SC Heerenveen memberikan kesempatan bagi Hilgers untuk kembali membangun karier setelah melewati periode sulit di FC Twente.
Dengan kontrak hingga dua musim dan opsi perpanjangan satu tahun, bek berusia 25 tahun tersebut kini memiliki tantangan baru di Eredivisie.
Hilgers pun memilih menatap ke depan. Setelah saga panjang bersama FC Twente berakhir, ia berharap dapat kembali mendapatkan menit bermain secara konsisten dan menunjukkan performa terbaiknya bersama Heerenveen.




















