Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Indonesia mencapai 1,52 juta kunjungan pada Juli 2026. Kunjungan wisman ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2021.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan pada Juli 2026, kunjungan wisman yang masuk melalui pintu utama sebanyak 1.362.812 kunjungan, dan pintu masuk perbatasan tercatat sebanyak 162.225 kunjungan.
Dengan demikian secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,52 juta atau naik 9,99 persen secara bulanan. Sedangkan secara tahunan naik sebesar 2,95 persen,”
ujar Ateng dalam konferensi pers Selasa, 1 September 2026.
Bila dirinci, pada tahun 2021 kunjungan wisman sebanyak 127.249 orang, tahun 2022 sebanyak 645.121 kunjungan, tahun 2023 sebesar 1.121.189 orang, 2024 sebesar 1.310.756 kunjungan, tahun 2025 sebanyak 1.481.346 orang, dan Juli 2026 sebanyak 1.525.037 kunjungan.
Ateng menjelaskan, secara kumulatif pada Januari-Juli 2026 total kunjungan wisman mencapai 8,98 juta kunjungan atau naik 5,23 persen, bila dibandingkan periode yang sama 2025
Capaian kunjungan wisman Januari-Juli 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,”
jelasnya.
Asal Wisman


Ateng mengungkapkan, kunjungan wisman paling banyak dilakukan oleh wisman pemegang paspor Malaysia mencapai 15 persen, diikuti Australia sebesar 12,34 persen, dan China 10,28 persen
Secara mtm terjadi peningkatan kunjungan wisman pada pemegang paspor Australia dan China. Sementara wisman untuk pemegang paspor Malaysia mengalami penurunan,”
katanya.
Sedangkan secara tahunan, Ateng mengatakan bahwa peningkatan kunjungan wisman tercatat pada pemegang paspor Malaysia, Australia, dan China. Wisman tercatat paling banyak masuk melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Jika dilihat berdasarkan pintu masuk utama kunjungan wisman paling banyak dari Bandara Ngurah Rai, didominasi oleh pemegang paspor Australia,”
imbuhnya.























