Pernah nggak lihat emak-emak atau nenek-nenek yang usianya sudah senja tapi masih kuat jongkok lama? Naik-turun tangga santai, geser-geser barang, jongkok di lantai, lalu bisa berdiri lagi tanpa drama.
Sementara kita, Gen Z? Baru jongkok buat ambil charger yang jatuh, pinggang sudah bunyi keretek-keretek. Belum lagi kalau habis jongkok terus berdiri mendadak, kepala malah ikutan loading.
Lalu sebenarnya apa sih “rahasia” orang dulu yang kelihatannya tetap aktif dan lincah meski usianya sudah lanjut? Jawabannya mungkin sesimpel kebiasaan mereka bergerak, salah satunya adalah jongkok.
Kelihatannya memang receh. Tapi, posisi jongkok ternyata berkaitan dengan kemampuan tubuh melakukan berbagai gerakan sehari-hari yang akan semakin penting ketika usia bertambah.
Bukan Sekadar Jongkok
Dilansir dari The Guardian, squat merupakan salah satu gerakan dasar yang melibatkan banyak bagian tubuh, mulai dari pinggul, lutut, pergelangan kaki, paha, bokong hingga otot inti.
Fisioterapis Laura Kummerle menjelaskan squat sebagai pola gerakan fundamental karena tubuh membutuhkannya untuk aktivitas sederhana seperti bangun dari kursi, berdiri dari toilet hingga bergerak dari posisi rendah ke berdiri.
Nah, sekarang coba hubungkan dengan kebiasaan orang tua zaman dulu. Ngepel lantai sambil jongkok, beresin bagian kolong meja, mengambil sesuatu dari lantai, kemudian berdiri lagi.
Mereka memang nggak sedang mikir, “Hari ini gue harus latihan squat” karena mereka cuma lagi ngepel lantai aja yang tanpa mereka sadari, tubuh tetap diajak melakukan gerakan turun dan naik yang melibatkan bagian tubuh tersebut.
Pentingnya Investasi Gerak
Sekarang mungkin jongkok, duduk di lantai atau naik tangga masih terasa sebagai aktivitas biasa. Tapi coba bayangkan ketika usia sudah 60-an.
Barang jatuh ke lantai, mau mengambilnya? tubuh harus turun. Setelah itu, tantangan berikutnya adalah berdiri kembali.
Di usia lanjut, kemampuan melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan, duduk, berdiri dan naik tangga menjadi bagian penting untuk mempertahankan kemandirian.
Dilansir dari Chersery Home, squat dapat membantu melatih kekuatan tubuh bagian bawah, keseimbangan, otot inti dan kemampuan fungsional tubuh.
Selain itu, movement coach sekaligus fisioterapis Daniel Zivatovic juga menekankan pentingnya tetap aktif serta menjaga kekuatan dan mobilitas tubuh bagian bawah seiring bertambahnya usia.
Tujuannya bukan sekadar tampil bagus saat memakai celana pendek, melainkan agar di usia 60-an nanti kita masih bisa berdiri sendiri tanpa perlu memanggil satu keluarga.
Tubuh Minim Gerak
Tentunya, ngepel sambil jongkok bukanlah obat awet muda karena ada faktor pola makan dan gaya hidup lainnya. Namun, ada perbedaan pola gerak yang signifikan.
Dulu, membersihkan rumah menuntut tubuh aktif melipat dan mengulur otot. Sekarang, kehadiran vacuum cleaner hingga robot vacuum membuat pekerjaan rumah selesai sambil kita duduk memegang ponsel. Praktis, tetapi kita kehilangan gerakan alami tersebut.
Solusi Simpel Gen Z
Gen Z tidak perlu kembali mengepel lantai secara manual. Gerakan yang hilang bisa diganti dengan latihan beban tubuh sederhana:
- Chair squat: Latihan menurunkan tubuh seolah hendak duduk di kursi, lalu berdiri lagi.
- Bodyweight squat & lunges: Bisa dilakukan bertahap, bahkan memakai pegangan jika masih pemula.
- Naik-turun tangga: Melatih otot kaki secara praktis.
Setiap orang memiliki struktur tulang dan mobilitas sendi yang berbeda, jadi tak perlu berkecil hati jika belum bisa jongkok sedalam nenek di rumah.
Yang perlu ditiru dari orang dulu bukanlah cara mereka membersihkan rumah, melainkan konsistensi mereka untuk tidak pasif. Teknologi boleh memanjakan, tetapi tubuh jangan sampai masuk mode hemat energi 24 jam.
Di masa depan, hal terpenting bukanlah seberapa berat beban yang bisa diangkat di gym, melainkan kemampuan untuk berdiri, berjalan, dan mengambil barang tanpa bantuan.
Jadi, kalau sekarang Gen Z bisa scroll TikTok berjam-jam, mungkin sesekali tubuh juga perlu diajak turun, jongkok, bergerak, lalu berdiri lagi.
Biar nanti umur 60-an nggak cuma punya koleksi foto masa muda, tapi juga kaki yang masih diajak kompromi.




















