Kompetisi Super League 2026/2027 belum lama dimulai, tetapi Java United dan Isenmulang Kalteng FC sudah harus menghadapi situasi berbeda dari klub-klub peserta lainnya.
Kedua tim tersebut tercatat memulai kompetisi dengan minus dua poin. Hukuman itu diberikan bukan karena hasil pertandingan, melainkan berkaitan dengan persoalan Club Licensing.
Pengurangan poin tersebut merupakan konsekuensi atas perpindahan lokasi klub yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan regulasi lisensi.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa sanksi tersebut bukan keputusan mendadak. Regulasi mengenai pengurangan poin sudah disampaikan sebelumnya dan menjadi bagian dari konsekuensi ketika klub melanggar aturan yang berlaku.
Jadi, sebenarnya ini bukan berita yang bombastis. Artinya, pengurangan poin ini sudah beberapa kali kita sampaikan kaitannya dengan pelanggaran-pelanggaran regulasi,”
ujar Ferry Paulus usai menyaksikan laga pembuka Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat 4 Agustus 2026.
Isenmulang Kalteng FC
Isenmulang Kalteng FC menjadi salah satu klub yang terkena dampak penerapan regulasi tersebut. Klub yang sebelumnya menggunakan nama Adhyaksa FC itu diketahui bermarkas di Banten.
Memasuki musim 2026/2027, klub kemudian berpindah ke Kalimantan Tengah dan hadir dengan identitas baru sebagai Isenmulang Kalteng FC.
Perubahan tersebut kemudian berkaitan dengan persoalan Club Licensing. Akibatnya, Isenmulang Kalteng FC harus menerima hukuman pengurangan dua poin pada awal kompetisi.
Bahwa pengurangan poin ini adalah satu bentuk pelanggaran yang ada kaitannya dengan Club Licensing. Club Licensing yang sudah disupport sama AFC, bahwa pengurangan itu memang disahkan,”
jelas Ferry.
Sehingga, lanjutnya karena awalnya berada di Banten seperti Isenmulang, kemudian berpindah ke Kalimantan, minus dua, lanjutnya.
Kompetisi dengan Minus 2
Kondisi serupa juga dialami Java United. Klub tersebut sebelumnya dikenal sebagai Malut United dan bermarkas di Ternate.
Untuk musim Super League 2026/2027, klub tersebut mengalami perubahan identitas sekaligus perpindahan markas ke Semarang. Setelah perubahan tersebut, Malut United kemudian tampil dengan nama Java United.
Perpindahan lokasi dan perubahan identitas klub tersebut turut menjadi dasar penerapan sanksi pengurangan dua poin.
Begitu juga satu lagi, Java United. Dari Malut, berganti nama, dan pindah tempat juga,”
ungkap Ferry.
Ferry menilai aturan tersebut harus tetap ditegakkan secara konsisten. Menurutnya, regulasi yang sudah ditetapkan perlu menjadi acuan bagi seluruh peserta kompetisi.
Jadi, artinya saya pikir ini juga kita harus tetap legally dengan segala apa yang sudah kita regulasikan,”
tegasnya.
Pengurangan poin terhadap Java United dan Isenmulang Kalteng FC juga bukan sekadar keputusan yang disampaikan secara lisan.
Ferry memastikan dokumen terkait sanksi tersebut telah diterbitkan secara resmi. Dampaknya pun sudah tercermin dalam klasemen Super League 2026/2027.
Dan kita sudah rilis, lho. Kita sudah rilis suratnya. Dan klasemennya juga, minus duanya sudah kita rilis,”
ungkapnya.
Dengan demikian, Java United dan Isenmulang Kalteng FC harus menjalani persaingan Super League 2026/2027 dengan minus dua poin sejak awal.
Kedua klub tersebut tentu memiliki pekerjaan tambahan untuk mengejar ketertinggalan poin dari peserta lainnya sepanjang musim.




















