Erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan paparan abu vulkanik bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak. Kondisi ini perlu diantisipasi karena abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan, termasuk menyebabkan iritasi pada mata.
Dalam Konferensi Pers Situasi dan Kondisi Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tidak mengucek mata apabila terkena abu vulkanik.
Bisa Picu Gatal
Erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan masyarakat di wilayah terdampak terpapar abu vulkanik. Selain mengganggu kualitas udara, partikel debu yang terkandung dalam abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan mata.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan paparan partikel debu tersebut dapat membuat mata terasa gatal hingga mengalami iritasi. Karena itu, masyarakat perlu melakukan perlindungan diri untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik.
Gunakan Kacamata
Budi mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak selama terjadi paparan abu vulkanik. Namun, jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan kacamata.
Penggunaan kacamata dapat membantu menghalangi partikel abu agar tidak langsung mengenai atau masuk ke mata.
Jangan Kucek Mata
Jika abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung mengucek. Kebiasaan tersebut justru dapat memperparah iritasi akibat partikel debu yang mengenai permukaan mata.
“Kalau sudah kena jangan dikucek,”
ujar Budi.
Bersihkan dengan Air
Budi menyarankan masyarakat segera membersihkan mata yang terkena abu vulkanik menggunakan air. Langkah ini dapat dilakukan untuk membantu menghilangkan partikel debu yang masuk ke mata.
Jika setelah dibersihkan mata masih terasa tidak nyaman atau mengalami keluhan, masyarakat dapat mendatangi puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan. Puskesmas juga dapat memberikan obat tetes mata apabila diperlukan.























