Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 8 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya bagi Anak hingga Lansia
Hype

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya bagi Anak hingga Lansia

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 7, 2026 11:05 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Ilustrasi Lansia menggunakan masker
Ilustrasi Lansia menggunakan masker (Foto: Pexels/ Artadya Gumelar)
SHARE

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukanlah debu biasa, karena abu vulkanik mengandung silika yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi penderita asma maupun bronkitis.

Daftar isi Konten
  • Abu Vulkanik Mengganggu Pernapasan
  • Dampak Abu Vulkanik
  • Mencegah Paparan Abu Vulkanik

Epidemiolog Griffith University Australia dr. Dicky Budiman mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan paparan abu vulkanik yang saat ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurut Dicky, salah satu kandungan yang perlu diperhatikan dalam abu vulkanik adalah silika. Abu ini, punya partikel yang bersifat abrasif sehingga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.

Dan sekali lagi, imbauan ini dilakukan karena dampak dari debu vulkanik ini, khususnya silika ini, bisa mengganggu kesehatan,”

ujar Dicky.

Abu Vulkanik Mengganggu Pernapasan

Ketika terhirup, abu vulkanik dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan. Paparan dalam jumlah tinggi juga dapat menyebabkan pilek, batuk kering, hingga rasa tidak nyaman di dada seperti sesak atau nyeri.

Gangguan tersebut tidak hanya dapat dialami orang yang sudah memiliki penyakit pernapasan. Orang sehat pun bisa mengalami keluhan ketika terpapar abu vulkanik dalam konsentrasi tinggi.

Baca juga:
Tak Selalu Merugikan, Ini Manfaat Abu Vulkanik untuk Pertanian Abu vulkanik identik dengan dampak erupsi yang dapat mengganggu kesehatan, transportasi, hingga…
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, DPR Tegaskan Sekolah Terdampak Wajib… Komisi X DPR RI minta sekolah di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung…
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi… Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) disiapkan untuk…
  • Tak Selalu Merugikan, Ini Manfaat Abu Vulkanik untuk Pertanian
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, DPR Tegaskan Sekolah Terdampak Wajib PJJ
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Bagi penderita asma atau bronkitis kronis, risikonya bisa lebih besar. Paparan abu dapat memperburuk gejala berupa batuk, mengi atau wheezing, serta sesak napas yang dapat bertahan selama beberapa hari setelah paparan.

Dicky juga mengingatkan bahwa abu vulkanik segar dapat memiliki lapisan asam yang semakin menambah efek iritasi pada mata dan paru-paru sebelum tersapu hujan.

Dampak Abu Vulkanik

Tidak semua orang memiliki risiko yang sama ketika terpapar abu vulkanik.

Dicky menyebut ada beberapa kelompok rentan yang berisiko mengalami gejala berat akibat abu ini, antara lain anak usia di bawah lima tahun, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Kelompok ini sebaiknya menghindari aktivitas berat ketika konsentrasi abu vulkanik di udara sedang tinggi.

Pasalnya, aktivitas berat membuat seseorang bernapas lebih cepat. Akibatnya, lebih banyak partikel abu dapat terhirup dan masuk lebih dalam ke paru-paru.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya tidak memaksakan diri melakukan olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika udara masih dipenuhi abu.

Mencegah Paparan Abu Vulkanik

Dicky mengimbau masyarakat mengurangi paparan abu vulkanik dengan melakukan sejumlah langkah sederhana, seperti:

  1. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat agar abu dari luar tidak mudah masuk ke dalam rumah.
  2. Batasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu vulkanik masih terlihat atau konsentrasinya tinggi.
  3. Gunakan pakaian tertutup untuk mengurangi paparan abu pada kulit.
  4. Pakaian yang sudah terkena abu sebaiknya tidak dikibas-kibaskan di dalam rumah.
  5. Hindari pula menjemur pakaian di luar ruangan ketika abu vulkanik masih banyak atau terdeteksi di sekitar tempat tinggal.
  6. Untuk melindungi mata, gunakan kacamata pelindung atau goggles, terutama bagi orang yang harus bekerja di luar ruangan.

Dicky juga mengingatkan agar makanan selalu ditutup rapat, termasuk makanan yang berada di dalam ruangan. Penutup makanan sebaiknya baru dibuka ketika makanan hendak dikonsumsi.

Anak Krakatau Erupsi, Pemerintah Ingatkan Kabar Tsunami Jangan Ditelan Mentah

Masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar abu vulkanik. Jika muncul sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pada mata, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Abu vulkanik memang terlihat seperti debu biasa, tetapi kandungan dan karakter partikelnya membuat paparan tidak boleh disepelekan.

Dengan membatasi aktivitas di luar, menggunakan perlindungan yang tepat, dan memberi perhatian lebih kepada kelompok rentan, risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik dapat dikurangi.

Tag:Abu VulkanikAnakDicky BudimanEpidemiologLansiaMasker
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
BYD Siapkan Denza N8L EV, SUV 6 Penumpang dengan Jarak Tempuh hingga 960 Km
By Hadi Febriansyah
Penampakan Denza N8L EV. (Sumber: Denza)
1
Air Laut Surut Drastis di Pesisir Lampung Tengah Viral, Badan Geologi Buka Suara Soal Ancaman Tsunami
By Syifa Fauziah
Penampakan air laut yang surut
2
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Level III Siaga! Radius 3 Km Wajib Dihindari
By Natania Longdong
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
3
Mata Perih Kena Abu Vulkanik? Jangan Dikucek, Ini 6 Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan
By Ani Ratnasari
Ilustrasi basuh wajah dengan air.
4
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
By Hadi Febriansyah
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
5

BERITA LAINNYA

Syekh Assim Al-Hakeem
Hype

WNI Tanya Syekh Assim soal Pemimpin Zalim, Jawabannya Bikin Netizen Geger: “Surga Jalur WNI”

Viral di media sosial potongan video seorang WNI bernama Ahmad bertanya kepada…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Ilustrasi makan bersama keluarga
Hype

Sempatkan Makan Bersama Keluarga, Kebiasaan Ini Punya Banyak Manfaat

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu makan bersama keluarga terlewat. Padahal, makan bersama…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Ilustrasi stimulus anak
Hype

Kenapa Anak Bisa Speech Delay? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kemampuan berbicara setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, jika anak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Bekantan
Hype

Enam Primata Endemik Indonesia yang Jadi Kekayaan Fauna Nusantara

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membawa kabar duka bagi satwa liar…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up