Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membawa kabar duka bagi satwa liar Indonesia. Seekor orangutan Kalimantan bernama Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, setelah kawasan di sekitarnya terdampak kebakaran.
Sempurna mengalami gangguan pernapasan dan akhirnya mati pada 30 Agustus 2026.
Kisah Sempurna menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya mengancam manusia dengan kepungan asap dan gangguan kesehatan.
Satwa liar yang hidup di dalam atau di sekitar hutan juga menghadapi ancaman kehilangan habitat, kesulitan mencari makanan, hingga gangguan pernapasan akibat asap.
Indonesia sendiri memiliki kekayaan primata yang sangat beragam. Di balik kekayaan tersebut, ada satwa-satwa yang keberadaannya terus menghadapi berbagai ancaman.
Lantas, apa saja primata endemik Indonesia yang perlu kita kenal? Dilansir dari laman Taman Safari Indonesia (20 Mei 2026), berikut daftarnya.
1. Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)
Lutung budeng atau lutung Jawa merupakan primata yang banyak ditemukan di Pulau Jawa dan juga memiliki persebaran di Bali.
Anak lutung budeng memiliki rambut berwarna jingga cerah yang kemudian berubah menjadi lebih gelap ketika beranjak dewasa.
Pada individu dewasa, warna rambut umumnya hitam mengilap dengan semburat kecokelatan pada bagian kaki, sisi tubuh, dan cambang.
Makanan utamanya berupa daun, bunga, buah, dan bagian tumbuhan lainnya. Sebagai primata yang hidup di pepohonan, lutung budeng bergantung pada keberadaan hutan sebagai tempat mencari makan dan berlindung.
2. Beruk Siberut (Macaca siberu)
Beruk Siberut merupakan primata endemik yang hanya ditemukan di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Spesies ini memiliki tubuh dengan rambut berwarna gelap hingga kehitaman dan jambang pipi yang cukup mencolok. Ekornya relatif pendek dan melengkung ke atas, menyerupai ekor babi.
Keterbatasan wilayah persebaran membuat keberadaan beruk Siberut sangat bergantung pada kondisi hutan di Pulau Siberut. Spesies ini juga berbeda dari beruk yang hidup di daratan Sumatera dan Kalimantan.
3. Simpai (Presbytis melalophos)
Simpai merupakan kelompok primata yang berasal dari Sumatera dengan ciri khas berupa jambul di bagian kepala.
Ekornya juga sangat panjang, bahkan dapat mencapai sekitar satu setengah kali panjang tubuh. Warna rambutnya mulai dari jingga hingga kelabu gelap, tergantung pada kelompok atau subspesiesnya.
Simpai biasanya hidup dalam kelompok kecil dan menggunakan suara melengking untuk berkomunikasi maupun memberikan tanda ketika menghadapi ancaman.
4. Bekantan (Nasalis larvatus)
Bekantan merupakan primata endemik Kalimantan yang paling mudah dikenali berkat hidungnya yang besar dan memanjang.
Ukuran hidung pejantan umumnya jauh lebih menonjol dibandingkan betina. Tubuhnya memiliki warna cokelat kemerahan pada bagian punggung dengan warna putih keabu-abuan.
Bekantan banyak hidup di habitat lahan basah seperti hutan mangrove, hutan rawa gambut, dan hutan di sepanjang tepian sungai.
Selain pandai memanjat pohon, bekantan juga dikenal sebagai perenang yang baik. Selaput pada jari tangan dan kakinya membantu satwa ini bergerak di air ketika harus menyeberangi sungai.
5. Simakobu (Simias concolor)
Simakobu merupakan primata endemik Kepulauan Mentawai yang persebarannya terbatas di wilayah kepulauan di sebelah barat Sumatera. Satwa ini dapat ditemukan di hutan dataran rendah maupun hutan rawa.
Tubuhnya umumnya berwarna abu-abu gelap atau cokelat muda, sedangkan ekornya relatif pendek dibandingkan panjang tubuhnya. Bentuk tubuh dan wajahnya membuat simakobu memiliki penampilan yang berbeda dari kebanyakan primata lainnya.
6. Orangutan (Pongo spp.)
Orangutan menjadi salah satu primata paling ikonik dari Indonesia. Saat ini terdapat tiga spesies orangutan, yakni orangutan Sumatera (Pongo abelii), orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Ketiganya memiliki rambut berwarna cokelat kemerahan dan lengan yang sangat panjang.
Sebagian besar aktivitasnya dilakukan di atas pohon, mulai dari mencari makanan hingga membuat sarang untuk beristirahat.
Orangutan juga menjadi salah satu contoh nyata bahwa kekayaan primata Indonesia menghadapi ancaman serius.
Harus Dijaga
Keanekaragaman primata Indonesia ternyata menyimpan tantangan konservasi yang tidak kecil. Menurut Mammal Diversity Database 2025, Indonesia memiliki 66 jenis primata dan menjadi negara dengan keanekaragaman primata tertinggi ketiga di dunia setelah Brasil dan Madagaskar.
Dari jumlah tersebut, 12 jenis berstatus Critically Endangered, 25 jenis Endangered, dan 26 jenis Vulnerable berdasarkan daftar merah IUCN.
Ancaman terhadap primata tidak hanya berasal dari perburuan dan perdagangan satwa, tetapi juga kehilangan serta kerusakan habitat.
BRIN menyebut sejumlah primata Indonesia memiliki wilayah persebaran yang sempit dan habitatnya terus mengalami tekanan akibat berbagai aktivitas manusia.
Karena itu, menjaga hutan berarti turut menjaga rumah bagi primata dan berbagai satwa lain yang hidup di dalamnya.



















