Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 166 titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat yang terdeteksi dalam pemantauan terbaru. Setelah dicek langsung, hanya 61 titik yang terkonfirmasi sebagai titik api (fire spot).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak seluruh titik panas otomatis menandakan ada kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Maka setiap titik panas perlu diverifikasi melalui patroli udara maupun darat untuk memastikan kondisi nyata.
“Dari 166 titik hanya 61 fire spot,”
ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis, Minggu, 6 September 2026.
Berjibaku
Merujuk 61 titik api, BNPB memperkirakan terdapat 802 hektare lahan yang terbakar. Namun, operasi darat berhasil memadamkan api di sekitar 429 hektare, sementara operasi udara baru menjangkau sekitar 3 hektare. Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Barat mencapai 38.310 hektare.
Upaya pemadaman kini juga diarahkan untuk memanfaatkan potensi hujan. BNPB akan mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 5-9 September, menyusul informasi BMKG mengenai potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.






















