Timnas Indonesia U-20 menghadapi situasi tak biasa dalam perjalanan kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan perjuangan di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Rencana kepulangan skuad Garuda Muda sempat berada dalam bayang-bayang gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berdampak terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Meski demikian, perjalanan pulang Timnas Indonesia U-20 dari Laos menuju Indonesia tetap dijadwalkan menggunakan pesawat.
Timnas Indonesia U-20 dijadwalkan meninggalkan Laos pada Selasa, 8 September 2026. Kepulangan tersebut dilakukan setelah pasukan Nova Arianto memastikan tiket menuju putaran final Piala Asia U-20 2027.
Garuda Muda tampil sebagai juara Grup H dalam Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 yang berlangsung di Laos pada 31 Agustus hingga 6 September 2026.
Tiket ke putaran final diamankan setelah Timnas Indonesia U-20 menaklukkan Australia U-20 dengan skor 2-0 pada laga terakhir Grup H di New Laos National Stadium, Vientiane, Minggu, 6 September 2026.
Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-20 menutup fase grup dengan koleksi tujuh poin dari dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Sebelum menghadapi Australia, Timnas Indonesia U-20 mengawali perjalanan di Grup H dengan bermain imbang tanpa gol kontra Malaysia U-20.
Setelah itu, Garuda Muda tampil meyakinkan dengan mengalahkan Laos U-20 dengan skor 3-0. Kemenangan atas Australia kemudian memastikan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen grup.
Tidak hanya sukses mengamankan tiket ke Piala Asia U-20 2027, Timnas Indonesia U-20 juga memiliki catatan pertahanan yang impresif.
Dari tiga pertandingan, gawang Garuda Muda tidak sekalipun kebobolan. Catatan nirbobol tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi persaingan di putaran final.
Soetta Terdampak Abu Vulkanik
Di tengah keberhasilan tersebut, persoalan justru muncul dalam agenda kepulangan ke Indonesia. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang mengalami penutupan pada 6–7 September 2026 akibat dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penutupan tersebut tentu berpengaruh terhadap operasional penerbangan di sekitar Jakarta. Kendati demikian, kondisi tersebut sejauh ini tidak mengubah rencana perjalanan Timnas Indonesia U-20.
Berdasarkan informasi PSSI, rombongan Garuda Muda akan menggunakan penerbangan AirAsia dari Vientiane menuju Kuala Lumpur, Malaysia.
Setelah transit di Kuala Lumpur, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Indonesia. Timnas Indonesia U-20 diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 8 September 2026 pukul 16.35 WIB.
Pastikan Rencana Kepulangan
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat perubahan terhadap agenda kepulangan skuadnya.
Sejauh ini belum ada perubahan kepulangan, kita rencananya pulang besok. Mudah-mudahan tidak ada plan B terkait kepulangan kita ke Jakarta,”
kata Nova Arianto, pelatih Timnas Indonesia saat dihubungi owrite.id.
Sebelum meninggalkan Laos, para pemain dan staf juga memiliki agenda lain. Mereka dijadwalkan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos.
Untuk hari ini staf dan pemain akan berkunjung ke Kedubes Indonesia di Laos,”
jelas eks pemain Persib Bandung itu.
Setelah memastikan tempat di Piala Asia U-20 2027, tantangan Timnas Indonesia U-20 tentu akan semakin besar.
Garuda Muda dijadwalkan tampil di putaran final Piala Asia U-20 2027 yang berlangsung di China pada 24 Maret hingga 10 April 2027.
Ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia U-20 untuk memperbaiki hasil pada edisi sebelumnya.
Pada Piala Asia U-20 2025, Garuda Muda juga berhasil menembus putaran final, tetapi harus tersingkir pada fase grup.
Kini, Timnas Indonesia U-20 memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Selain mengejar prestasi di Piala Asia U-20 2027, Garuda Muda juga membidik tiket ke Piala Dunia U-20 2027.
Empat tim yang mampu mencapai semifinal Piala Asia U-20 2027 akan memperoleh tiket untuk tampil di turnamen sepak bola kelompok usia tersebut.




















