Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak menguat pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Rupiah menguat tipis 0,05 persen atau Rp17.632 per Dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG menguat tipis 1,01 persen ke leve 6.686.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, nilai tukar di Asia yang menguat hanya rupiah dan mata uang Jepang. Yen Jepang (JPY) menguat sebesar 11 persen terhadap dolar AS.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan sentimen rupiah hari ini berasal dari pasar yang kini tengah fokus terhadap rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan data Indeks Harga Konsumen (CPI).
Angka inflasi yang lebih tinggi akan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Pasar terus memperhitungkan peluang sekitar 60 persen bagi kenaikan suku bunga the Fed pekan depan, yang mencerminkan dampak dari laporan nonfarm payrolls AS yang kuat pada pekan lalu,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Selasa, 8 September 2026.
Selain itu, dia menyoroti posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia mencapai US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, naik dibandingkan posisi pada akhir Juli 2026 yang sebesar US$145,3 miliar.
Saham Naik


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,6 triliun dengan melibatkan 37,4 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi. Sebanyak 363 saham naik, 185 tidak bergerak, dan 244 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) menguat 34,62 persen ke Rp70
- PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) menguat 25 persen ke Rp505
- PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 25 persen ke Rp850




















