Bugenvil dikenal sebagai tanaman hias yang mudah ditemukan di halaman rumah, taman, hingga area perkantoran. Tanaman ini disukai karena memiliki warna yang mencolok dan relatif mudah tumbuh di daerah dengan cuaca hangat.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan saat melakukan pemangkasan. Bugenvil memiliki batang dan ranting yang dapat berduri.
Jika sisa pangkasannya langsung dicampurkan dengan sampah biasa atau diletakkan begitu saja, bagian yang tajam tersebut dapat melukai orang yang mengambil dan mengangkutnya, termasuk petugas kebersihan.
Karena itu, ranting bugenvil sebaiknya tidak diperlakukan seperti sampah biasa. Dilansir dari laman Royal Horticultural Society (RHS), berikut langkah memangkas ranting bugenvil agar tetap aman saat dibuang.
Bugenvil dan Durinya
Bugenvil atau Bougainvillea merupakan tanaman dari keluarga Nyctaginaceae yang berasal dari Amerika Selatan.
Tanaman ini dikenal sebagai semak berkayu atau tanaman merambat yang dapat tumbuh cukup tinggi. Beberapa jenisnya memiliki batang berduri yang berfungsi membantu tanaman dalam proses merambat.
Bagian yang sering dianggap sebagai bunga sebenarnya bukan bunga sejati. Warna ungu, merah muda, merah, jingga, atau warna lainnya yang mencolok merupakan braktea, yaitu daun yang mengalami modifikasi.
Bunga sejatinya berukuran kecil dan berada di bagian tengah braktea.
Bugenvil juga termasuk tanaman yang dapat dipangkas untuk mempertahankan bentuk dan ukurannya.
Pemangkasan bahkan dapat membantu menjaga tanaman tetap rapi dan mendorong pertumbuhan baru.
Apakah Bisa Berbahaya?
Masalahnya bukan pada tanaman bugenvil, melainkan pada ranting berkayu dan duri yang masih menempel setelah pemangkasan.
Ranting yang sudah dipotong memiliki ujung yang keras dan tajam. Jika dibuang tanpa penanganan, bagian tersebut berpotensi menusuk atau menggores tangan ketika sampah diambil.
Risiko ini menjadi lebih besar ketika ranting bercampur dengan sampah lain. Orang yang mengangkat kantong sampah juga bisa tidak mengetahui bahwa di dalamnya terdapat ranting tajam.
Karena itu, sisa pemangkasan bugenvil sebaiknya dipisahkan dan dikemas dengan cara yang aman.
Jangan Langsung Dibuang
Setelah memangkas bugenvil, hindari memasukkan ranting berduri begitu saja ke dalam kantong sampah tipis. Ranting sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu dan dibuat lebih ringkas.
Bagian yang tajam dapat ditutup atau dibungkus dengan bahan yang cukup kuat agar tidak mudah menusuk keluar.
Jika jumlah ranting cukup banyak, masyarakat juga dapat menanyakan mekanisme pengangkutan sampah taman kepada pengelola lingkungan atau layanan kebersihan setempat. Ketentuan teknis pengelolaan sampah dapat berbeda di setiap daerah.
Tidak Harus Menjadi Sampah
Menariknya, ranting hasil pemangkasan bugenvil sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Bugenvil dapat diperbanyak melalui stek, termasuk menggunakan potongan batang tertentu.
Metode ini memungkinkan seseorang mendapatkan tanaman baru dari bagian tanaman yang sudah ada.
Selain itu, sisanya dapat dikelola sesuai fasilitas pengolahan sampah organik yang tersedia di lingkungan tempat tinggal.
Prinsip mengurangi dan memanfaatkan kembali sampah juga sejalan dengan pendekatan pengelolaan sampah di Indonesia yang mendorong pengurangan timbulan, pemanfaatan kembali, serta penanganan melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir.
Perhatikan Saat Memangkas
Gunakan alat yang sesuai dan hindari memegang ranting berduri secara langsung. Setelah pemangkasan selesai, kumpulkan seluruh potongan tanaman dan periksa kembali apakah masih ada ranting berduri yang tertinggal di halaman atau area sekitar.
Keindahan bugenvil tidak hanya perlu dijaga saat tanaman masih tumbuh. Sisa rantingnya pun perlu ditangani dengan benar agar tidak menjadi risiko bagi orang lain, terutama petugas kebersihan yang bertugas mengangkut sampah.
Jadi, sebelum membuang ranting bugenvil, jangan hanya berpikir bagaimana membuat halaman kembali bersih. Pastikan juga sisa tanaman tersebut tidak membahayakan orang yang akan menanganinya.


















