Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 10 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Kenapa Makanan yang Sama Bisa Bikin Reaksi Berbeda pada Tiap Orang? Ini Penjelasan Ahli
Hype

Kenapa Makanan yang Sama Bisa Bikin Reaksi Berbeda pada Tiap Orang? Ini Penjelasan Ahli

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 9, 2026 1:38 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
10 menit lalu
Share
Ilustrasi Ibu sedang memberikan makanan kepada anaknya
Ilustrasi Ibu sedang memberikan makanan kepada anaknya (Foto: Pexels/MART PRODUCTION)
SHARE

Apakah kamu pernah bertanya-tanya, mengapa makanan yang sama tapi reaksinya justru beda-beda tiap orang? Ada orang yang biasa saja setelah menyantap makanan, namun ada juga orang yang mengalami mual, muntah, bahkan gejala yang lebih berat.

Menurut epidemiolog dr. Dicky Budiman, M.Sc.P.H., ternyata respons tubuh terhadap makanan yang diduga terkontaminasi tidak selalu sama. Sebab, ada sejumlah faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan dibandingkan orang lain.

Dalam epidemiologi, kondisi ini berkaitan dengan dose-response relationship atau hubungan antara dosis paparan dengan respons tubuh.

Lantas, apa saja yang membuat reaksi setiap orang bisa berbeda?

1. Beda Porsi, Beda Efek

Salah satu penyebab perbedaan respons tubuh antara orang yang satu dengan yang lain adalah dari jumlah makanan yang dikonsumsi.

Baca juga:
Benarkah Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Epidemiolog Abu vulkanik kerap dianggap hanya sebagai gangguan akibat erupsi gunung api. Namun,…
Orang Tua Wajib Ajarkan Lima Cara Deteksi Makanan Basi agar… Maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di lingkungan sekolah, pastinya akan membuat…
Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat kambuh ketika kadar…
  • Benarkah Abu Vulkanik Bisa Sebabkan Kematian? Ini Penjelasan Epidemiolog
  • Orang Tua Wajib Ajarkan Lima Cara Deteksi Makanan Basi agar Anak Tak…
  • Jangan Sembarangan Makan, Ini Makanan Pantangan bagi Penderita Asam Urat

Menurut Dicky, seseorang yang mengonsumsi porsi lebih banyak berpotensi menerima paparan zat berbahaya yang lebih tinggi.

Namun, persoalannya tidak hanya soal banyak atau sedikit makanan yang dimakan.

Kontaminasi dalam satu kelompok makanan juga bisa tidak merata. Artinya, satu porsi bisa saja mengandung zat kontaminan jauh lebih tinggi dibandingkan porsi lainnya.

Itulah sebabnya dua orang yang menyantap makanan dari wadah yang sama belum tentu mendapatkan jumlah paparan yang sama.

2. Beda Berat, Beda Dosis

Berat badan juga dapat memengaruhi respons tubuh terhadap zat toksik. Dicky menjelaskan, anak dengan berat badan lebih rendah dapat menerima dosis toksin per kilogram berat badan yang lebih tinggi meskipun mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama.

Sederhananya, satu jumlah zat yang masuk ke tubuh akan memiliki beban paparan yang berbeda ketika dihitung berdasarkan berat badan masing-masing orang.

Karena itu, efek paparan tidak bisa begitu saja disamaratakan hanya berdasarkan jumlah makanan yang dikonsumsi.

3. Kondisi Tubuh Berpengaruh

Selain dosis, kondisi tubuh juga ikut menentukan seberapa rentan seseorang terhadap zat tertentu. Status gizi, fungsi hati, dan fungsi ginjal juga bisa jadi faktor seberapa rentan seseorang terhadap kontaminasi tertentu.

Jangan Panik! Ini Langkah Pertama Saat Keracunan Makanan

Dicky menjelaskan, banyak zat toksik diproses di hati dan kemudian dikeluarkan melalui ginjal. Jika fungsi organ atau cadangan fungsional tubuh seseorang lebih rendah, respons terhadap paparan zat tertentu bisa berbeda.

Dengan kata lain, perlu memperhitungkan kondisi tubuh sebelum seseorang terpapar zat tertentu.

4. Riwayat Kesehatan

Jangan lewatkan riwayat kesehatan sebelumnya. Dalam kasus dengan gejala berat, dokter perlu melihat apakah seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang sudah ada sebelumnya.

Dicky menyebut gangguan elektrolit, kondisi neurologis, maupun masalah kesehatan lainnya perlu ditelusuri karena dapat berkaitan dengan munculnya gejala tertentu.

Karena itu, munculnya keluhan setelah seseorang mengonsumsi makanan tertentu tidak otomatis berarti makanan tersebut menjadi satu-satunya penyebab.

5. Kontaminasi Bisa Berbeda

Hal lain yang sering luput adalah tingkat kontaminasi makanan tidak selalu merata. Dalam satu batch makanan, bisa saja terdapat bagian yang memiliki kadar kontaminan lebih tinggi dibandingkan bagian lainnya.

Akibatnya, seseorang yang kebetulan mendapatkan bagian tersebut dapat menerima paparan lebih besar daripada orang lain yang makan dari batch yang sama.

Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa investigasi keracunan makanan tidak cukup hanya dengan mengetahui makanan apa yang dikonsumsi.

Kenapa Bisa Beda?

Ada banyak faktor yang membuat dua orang bisa memberikan respons berbeda setelah mengonsumsi makanan yang sama.

Mulai dari jumlah makanan yang dimakan, berat badan, status gizi, fungsi hati dan ginjal, riwayat kesehatan, hingga tingkat kontaminasi pada makanan yang dikonsumsi.

Dicky menegaskan, jika satu orang mengalami kondisi yang jauh lebih berat dibandingkan orang lain, hal tersebut tidak serta-merta membuktikan ataupun menyangkal bahwa keracunan makanan menjadi penyebabnya.

Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan investigasi lebih mendalam untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Jadi, kalau pernah bertanya-tanya, “Kok orang lain makan makanan yang sama baik-baik saja, tapi aku malah sakit?”, jawabannya bisa jadi bukan cuma soal makanannya.

Tubuh setiap orang memiliki kondisi dan tingkat paparan yang berbeda, sehingga responsnya pun bisa berbeda.

Tag:Dicky BudimanMakananMetabolisme TubuhSistem Pencernaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Heboh Teori Konspirasi Erupsi Enam Gunung Api Ala Ulta Levenia, Netizen: “Gaya Obrolan Cowok jam 12 Malam!”
By Ani Ratnasari
Tangkap layar dari YouTube Bukan Kaleng-kaleng
1
Viral Momen Teddy Turunkan Mic Prabowo Saat Rapat Bencana, Netizen: “Seakrab Itu?”
By Ani Ratnasari
Penampakan Tangan Setkan Teddy arahkan microfon Presiden Prabowo. (Sumber: X/@txtdrimedia)
2
Persija Jakarta Dikaitkan dengan Ivan Mamut, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara
By Hadi Febriansyah
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong
3
Bukan Cuma Reshuffle, Prabowo Diminta Hapus Semua Wamen demi Efisiensi Anggaran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
4
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 9 September 2026: Jaktim Hujan Ringan, Lima Wilayah Lain Cerah
By Syifa Fauziah
Ilustrasi prakiraan cuaca di Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Warga melintas di samping bangunan sekolah yang rusak akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT
Hype

SD di NTT Nyaris Rubuh dan Nggak Ada Listrik Malah Dapat Smart TV, Netizen: “Layar Sentuh yang Hanya Bisa Disentuh”

Bayangkan sebuah sekolah dengan dinding bambu bambu dengan banyak lubang yang menganga,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
Hype

Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran

Viral video yang memperlihatkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Ilustrasi saat berdoa
Hype

Doa Memohon Keselamatan dan Perlindungan dari Segala Bencana

Indonesia kembali menghadapi berbagai bencana di sejumlah wilayah. Hingga 7 September 2026,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Bunga bugenvil
Hype

Jangan Sepelekan Ranting Bugenvil, Bisa Berbahaya bagi Petugas Kebersihan

Bugenvil dikenal sebagai tanaman hias yang mudah ditemukan di halaman rumah, taman,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up