Presiden Prabowo Subianto menilai menjadi pembina dan pelatih olahraga di Indonesia bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, para pengurus dan pembina olahraga harus rela mengorbankan waktu serta tenaga demi membina atlet dan mengharumkan nama bangsa.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para pemimpin dan pembina cabang olahraga yang telah mendampingi para atlet.
Dan juga kesempatan ini saya ingin ucapkan terima kasih kepada para pemimpin dan pembina olahraga masing-masing. Pemimpin dari cabang-cabang olahraga,”
kata Prabowo saat melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games ke-20 di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Besarnya Pengorbanan Pengurus Cabor


Menurut Prabowo, tantangan menjadi pengurus cabang olahraga di Indonesia berbeda dengan negara lain. Ia menekankan besarnya pengorbanan yang harus diberikan untuk menjalankan tugas tersebut.
Karena kalian memimpin berkorban juga. Karena jadi pemimpin cabang olahraga di Indonesia tidak seperti di negara lain. Di kita ini berkorban. Berkorban waktu, berkorban tenaga, berkorban. Kalianlah yang tau berkorban apa lagi,”
lanjut Prabowo.
Ia kemudian menjelaskan sisi personal yang turut terdampak ketika para pengurus olahraga harus menjalankan tugasnya. Meski demikian, Prabowo melihat ada dorongan kecintaan terhadap tanah air yang membuat mereka tetap bersedia mengabdi.
Mereka itu juga cinta tanah air. Mereka ingin berbuat. Mereka.. Mereka sebetulnya sudah sampai puncak-puncak karir mereka,”
tekan Prabowo.


Pelatih Aparat Beri Kontribusi
Prabowo juga menyinggung keberadaan sejumlah pelatih dari kalangan aparat yang menurutnya telah memberikan kontribusi bagi olahraga nasional. Ia meminta agar penghargaan terhadap mereka turut diberikan melalui kenaikan pangkat.
Ada yang sudah sekian tahun belum naik pangkat. Termasuk pelatih-pelatih, ada polisi yang AKBP, dari polisi wanita. Itu saya bisikin kapolri, naikin pangkatlah. Kita jangan pelit. Ya kan kalau baik, kita memberi penghormatan,”
sambung Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan pentingnya memberikan penghargaan atas kebaikan dan pengorbanan para insan olahraga.
Ia mengatakan pemerintah perlu mengubah kebiasaan yang hanya mengingat kesalahan, tetapi melupakan prestasi dan pengabdian.


























