Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
Hype

Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem

Syifa FauziahHardani Triyoga
Last updated: September 11, 2026 8:19 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
28 menit lalu
Share
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr)
SHARE

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau tidak serta-merta jadi pencemar atau racun bagi ekosistem laut. Namun, material vulkanik yang masuk ke perairan dalam jumlah besar tetap bisa memicu perubahan kondisi lingkungan laut.

Daftar isi Konten
  • Arus Pasang Surut
  • Silika dan Besi

Pakar Oseanografi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Agus Atmadippoera menjelaskan dampak abu vulkanik terhadap ekosistem laut sangat bergantung pada konsentrasi material, sebaran, serta proses fisik yang berlangsung di perairan.

Abu vulkanik yang jatuh ke perairan laut tidak serta-merta menjadi bahan pencemar atau racun bagi ekosistem. Itu bergantung pada intensitas dan besarannya,”

kata Agus, dalam keterangannya, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Agus, dampak ekologis lebih mungkin terjadi ketika material vulkanik masuk ke laut dalam konsentrasi tinggi. Kondisi itu bisa meningkatkan kekeruhan air sehingga penetrasi cahaya matahari ke dalam kolom air berkurang.

Baca juga:
Antisipasi Tsunami Anak Krakatau, BMKG Kerahkan 20 Sensor di Selat… BMKG mengerahkan sekitar 20 sensor untuk memantau tinggi muka air laut di…
Abu Anak Krakatau Tembus 50.000 Kaki, BMKG: Sebarannya Bergerak ke… Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga ketinggian 50.000…
Basarnas Cari 5 Jurnalis Hilang, Sisir Perairan Krakatau dari Langit Basarnas mengerahkan unit helikopter untuk menunjang pencarian lima jurnalis yang hilang kontak…
  • Antisipasi Tsunami Anak Krakatau, BMKG Kerahkan 20 Sensor di Selat Sunda
  • Abu Anak Krakatau Tembus 50.000 Kaki, BMKG: Sebarannya Bergerak ke Barat dan…
  • Basarnas Cari 5 Jurnalis Hilang, Sisir Perairan Krakatau dari Langit

Berkurangnya cahaya yang masuk ke perairan kemudian berpotensi mengganggu proses fotosintesis organisme laut.

Meski demikian, besarnya dampak tak hanya ditentukan oleh jumlah abu vulkanik yang masuk ke laut. Kondisi oseanografi di sekitar wilayah erupsi juga berperan besar dalam menentukan penyebaran material tersebut.

Arus Pasang Surut

Agus menjelaskan gelombang, arus, dan pasang surut bisa memengaruhi pergerakan material vulkanik setelah masuk ke perairan.

Pengadukan oleh berbagai proses oseanografi tersebut bisa bantu menyebarkan sekaligus mengencerkan material vulkanik. Akibatnya, dampak yang ditimbulkan bisa berbeda antara kawasan yang berada dekat dengan sumber erupsi dan wilayah yang lebih jauh.

Menurut Agus, ekosistem di sekitar kawah Anak Krakatau memiliki karakter yang relatif lebih sederhana dan ekstrem.

Dasar laut di sekitar pulau-pulau yang dekat dengan kawah juga cenderung tertutup material kasar, mulai dari pasir, kerikil, hingga sisa longsoran material vulkanik.

Face Shield Tak Efektif Lindungi Bayi dari Abu Vulkanik, Ini Penjelasan Epidemiolog

Adapun kawasan yang lebih jauh dari kawah, khususnya di bagian utara perairan, memiliki lapisan sedimen yang lebih banyak didominasi lumpur tebal.

Kondisi tersebut justru dapat membuat wilayah yang lebih jauh dari sumber erupsi memiliki kelimpahan organisme bentik yang relatif lebih tinggi.

Silika dan Besi

Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB Prof Setyo Budi Susilo menambahkan abu vulkanik berukuran halus yang terbawa ke laut tidak seluruhnya memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Material vulkanik juga berpotensi memberikan manfaat ekologis karena mengandung sejumlah mikronutrien, termasuk silika dan besi.

Abu vulkanik juga dapat berpotensi memberikan manfaat ekologis. Material tersebut mengandung sejumlah mikronutrien, termasuk silika dan besi,”

jelas Setyo.

Setelah mengalami pengadukan akibat arus, gelombang, dan pasang surut, unsur-unsur tersebut berpotensi memperkaya ekosistem laut sekaligus mendukung proses fotosintesis.

Dengan demikian, abu vulkanik tidak selalu menjadi ancaman bagi ekosistem laut,”

lanjutnya.
Baca juga:
Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, AJI Minta Pencarian Tak… Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mendesak seluruh otoritas terkait untuk mengerahkan seluruh…
Anak Krakatau Mulai Kalem, BNPB Siapkan Renkon Tsunami di Lampung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat kesiapsiagaan di wilayah pesisir Provinsi Lampung…
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih di Level Siaga Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali…
  • Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, AJI Minta Pencarian Tak Kendur
  • Anak Krakatau Mulai Kalem, BNPB Siapkan Renkon Tsunami di Lampung
  • Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Masih di Level Siaga

Selain memengaruhi kondisi perairan, erupsi Gunung Anak Krakatau juga bisa mengubah pola distribusi organisme laut, termasuk ikan.

Setyo mengatakan perubahan lingkungan seperti peningkatan suhu dan kekeruhan perairan bisa membuat ikan menghindari wilayah yang kondisinya kurang sesuai.

Saat semburan dan hujan abu vulkanik terjadi, ikan secara alami bisa bergerak menuju perairan yang dinilai lebih aman. Selain itu, ikan akan memiliki kondisi lingkungan yang lebih mendukung.

Ikan dapat bergerak menuju wilayah yang lebih jauh dari sumber erupsi, termasuk ke arah perairan Samudera Hindia maupun Laut Jawa, bergantung pada kondisi oseanografi dan lingkungan saat erupsi berlangsung,”

tuturnya.

Tag:Abu VulkanikEkosistem LautGunung Anak KrakatauOseanografiPakar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
2
Kocak! Jam Konsumsi MBG Sudah Lewat, tapi Siswa Ini Masih Asik Makan: “Sen Mati Lo!”
By Ani Ratnasari
Makan BMG
3
Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Penyu, Kura-Kura, dan Bulus
By Ossid Duha Jussas Salma
Kura-kura
4
Alternative Universe, Bacaan Digital Favorit Remaja Masa Kini
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi membaca AU
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi membaca AU
Hype

Alternative Universe, Bacaan Digital Favorit Remaja Masa Kini

Di tengah kebiasaan remaja menikmati konten singkat di media sosial, cerita fiksi…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Film Memburu Pemangsa Siap Tayang
Hype

Film Memburu Pemangsa Siap Tayang di Bioskop pada 24 September 2026, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Bioskop Indonesia siap dihantui dengan keseruan film Memburu Pemangsa yang akan membawa…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Ilustrasi mencuci sepatu
Hype

Sneakers Kotor? Jangan Langsung Disikat, Begini Cara Mencucinya

Sepatu sneakers memang dikenal nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas. Modelnya yang sporty…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
Kantor Tiap Hari Naik Transum
Hype

Kamu Ke Kantor Tiap Hari Naik Transum? Bikin KPJ Aja Biar Ongkos Mu Makin Murah, Ini Syaratnya

Buat pekerja swasta yang gajinya di bawah Rp6 juta, dan setiap harinya…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up