Pembangunan ruang multifungsi dan tiga entrance baru di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta telah mencapai 23,52 persen.
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan pembangunan ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan MRT setelah Fase 2A beroperasi.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sirkulasi bawah tanah Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta.
Pengembangan ini nantinya juga akan membuka peluang interkoneksi antara stasiun dan area komersial di sekitar kawasan.
Lebih jauh lagi, pengembangan ini akan menghadirkan ruang seluas tidak kurang dari 4.400 meter persegi yang dapat dimanfaatkan sebagai area ritel, layanan, dan kemitraan sesuai dengan kebutuhan pelanggan,”
ujar Rendy dikutip dari Berita Jakarta pada 11 September 2026.
Rendy menjelaskan proyek ini mencakup pembangunan tiga entrance baru. Dua entrance akan dibangun di sisi barat stasiun, sedangkan satu lainnya berada di sisi timur.
Dua entrance di sisi barat akan dilengkapi tangga dan eskalator. Sementara itu, entrance di sisi timur akan dilengkapi elevator yang mengarah ke area pejalan kaki di sisi kiri dan kanan Jalan M.H. Thamrin.
Akses menuju area tersebut nantinya juga dapat terhubung melalui lift yang berada di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra.
Selain ruang multifungsi dan entrance baru, proyek ini juga mencakup pembangunan menara pendingin dan ventilasi atau cooling and ventilation tower.
Pengembangan fasilitas Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi potensi peningkatan jumlah pelanggan MRT.
18 Meter Bawah Permukaan Tanah
Stasiun yang berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah tersebut saat ini telah menjadi salah satu stasiun tersibuk di Fase 1 Lin Utara-Selatan.
Rata-rata jumlah pelanggan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta mencapai sekitar 450.000 hingga 500.000 orang per bulan.
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat setelah MRT Fase 2A Lin Utara-Selatan segmen Bundaran HI-Monas mulai beroperasi.
Pembangunan ruang multifungsi dan entrance baru ini merupakan bagian dari persiapan operasional Fase 2A segmen 1 hingga Monas yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2027, serta hingga Kota pada akhir 2029,”
kata Rendy.
Pembangunan ruang multifungsi dan entrance baru Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta ditargetkan selesai pada pertengahan 2027.
Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menjadikan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sebagai pusat kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan bangunan di sekitarnya.

















