Proses pembangunan MRT Jakarta fase 2A lintas utara-selatan menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan laporan di kanal YouTube resmi MRTv, hingga Februari 2026 progres pembangunan telah mencapai 57,87 persen, melampaui target yang ditetapkan yaitu 56,01 persen.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan MRT Jakarta fase 1 yang melayani rute Bundaran HI-Monas bakal rampung dan beroperasi pada akhir 2027. Sementara itu, MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI hingga Kota ditargetkan selesai pada 2029.
Kemajuan pembangunan ini terlihat dari seluruh paket kontrak konstruksi. Pada paket CP201, progres pembangunan mencapai 91,96 persen dari target 91,46 persen. Di Stasiun Thamrin dan Monas, pekerjaan telah memasuki tahap arsitektur dan finishing, meliputi pemasangan travelator, elevator, eskalator, serta penyelesaian lantai epoxy. Tak hanya itu, penataan ulang area pejalan kaki di sekitar stasiun juga mulai dilakukan.
Sementara itu, paket kontrak CP202 yang mencakup pembangunan terowongan serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar mencatat progres 63,44 persen, dari target 63,29 persen. Paket ini menjadi salah satu bagian penting dalam konstruksi, karena menghadirkan terowongan dan stasiun bawah tanah bertingkat hingga empat lapis. Saat ini pekerja sudah di tahap waterproofing, protection concrete, instalasi pipa, pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), hingga plastering.
Dua mesin bor terowongan (tunnel boring machine/TBM) juga masih terus beroperasi. Saat ini, TBM 1 sedang menggali terowongan dari Stasiun Sawah Besar menuju Mangga Besar, sedangkan TBM 2 memasuki tahap breakthrough dan initial drive pada lintasan yang sama.
Pada paket CP203, progres pembangunan telah mencapai 83,28 persen dari target 81,93 persen. Pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok, meliputi instalasi pipa dan kabel, plastering, pengecatan, pemasangan panel aluminium composite panel (ACP), serta pekerjaan arsitektural lainnya. Paket ini ditargetkan bisa rampung dan beroperasi pada akhir 2029.
Di luar konstruksi sipil, paket CP205 yang mencakup sistem perkeretaapian dan rel juga menunjukkan perkembangan signifikan, yaitu dengan progres mencapai 36,82 persen dari target 31,35 persen. Pekerjaan yang telah dilakukan antara lain pengelasan rel menggunakan metode flashbutt welding dan pengecoran track bed. Per 25 Februari 2026, pengecoran second track bed pada segmen Bundaran HI-Monas telah mencapai 698 meter.
Sementara itu, paket CP206 untuk pengadaan kereta telah memasuki tahap inception design, sementara paket CP207 masih dalam proses pengadaan kontrak.
Secara keseluruhan, MRT fase 2A akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota sepanjang 5,8 kilometer, dengan tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Jakarta Kota. Proyek ini terbagi dalam dua segmen, yaitu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, serta Harmoni-Kota pada 2029.
Pembangunan fase 2A menelan investasi sekitar Rp25,3 triliun yang berasal dari skema pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sementara itu, pengembangan fase 2B yang akan melanjutkan jalur dari Kota hingga Depo Ancol Barat saat ini masih dalam tahap studi kelayakan.
Berbeda dengan fase sebelumnya, pembangunan fase 2A juga mengusung konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD). Konsep ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur MRT, tetapi juga pengembangan kawasan terpadu yang mengintegrasikan fungsi transportasi, aktivitas masyarakat, bangunan, dan ruang publik guna meningkatkan aksesibilitas serta kapasitas angkut penumpang.




