Sebanyak 15 orang tewas setelah terseret arus menyeberangi sebuah sungai di wilayah paling timur Papua. Korban tewas mayoritas merupakan anak-anak, dan sebanyak 8 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Melansir Channel News Asia Kamis (6/11/2025), peristiwa ini terjadi pada Sabtu (1/11) di desa terpencil di wilayah Nduga, Papua Pegunungan karena hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu, sehingga menyebabkan banjir bandang.
Kapolres Nduga AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mengatakan banjir bandang telah menghanyutkan 15 orang, yang berusia antara delapan hingga 17 tahun.
Rumbiak menambahkan, terdapat satu jenazah telah ditemukan dan pihak berwenang masih mencari korban lainnya.
Saat ini kepolisian juga masih mencari delapan anak yang hanyut pada hari yang sama dalam insiden serupa di desa terdekat.
Rumbiak menjelaskan, kronologi kejadian dimulai saat anak-anak menyeberangi sungai yang berbeda dengan orang tua mereka. Naasnya, saat air meluap mereka terseret arus sungai.
Kata Rumbiak, pencarian kini terhambat oleh medan yang bergunung-gunung. Selain itu, pencarian menjadi lebih sulit karena wilayah Nduga berada dalam status zona merah atau daerah konflik.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa saat ini delapan orang masih dalam proses pencarian tim gabungan di Kampung Yuguru, Distrik Meborok.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir bandang melanda dua distrik di Nduga pada Sabtu (1/11) pukul 17.00 waktu setempat yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu.
Berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 4 sampai 6 November 2025, Papua Pegunungan berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat.
BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk tetap waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem serta memprioritaskan keamanan dan keselamatan dalam proses pencarian dan evakuasi,”
Abdul dalam keterangan resmi.
Untuk itu, Abdul mengimbau agar masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan daerah aliran sungai untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika hujan berintensitas tinggi melanda lebih dari satu jam. Masyarakat juga diminta tetap mengikuti informasi resmi dari aparat setempat.

