Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal pelunakan terhadap Wali Kota Terpilih New York, Zohran Mamdani, setelah selama masa kampanye hubungan keduanya dipenuhi ketegangan.
Trump mengumumkan kesiapannya untuk bertemu Mamdani saat politisi muda itu berkunjung ke Washington DC. Ia bahkan menyebut keduanya akan berusaha mencari jalan tengah.
Pernyataan ini menjadi perkembangan baru setelah berbulan-bulan Trump dan Mamdani saling menyerang di ruang publik, terutama sejak Mamdani mencuat sebagai kandidat kuat Wali Kota New York dari Partai Demokrat.
Dari Saling Serang Jadi Peluang Dialog
Selama kampanye pemilu, Trump tak jarang melontarkan serangan keras kepada Mamdani. Ia berulang kali melabeli Mamdani sebagai “komunis” dan mengklaim kemenangan politisi progresif tersebut akan menghancurkan New York.
Trump bahkan mengancam akan mendeportasi Mamdani, yang lahir di Uganda dan menjadi warga negara AS melalui jalur naturalisasi.
Selain itu, ia sempat menyatakan akan memotong dana federal untuk kota New York jika Mamdani terpilih.
Namun kini, setelah Mamdani resmi memenangkan pemilihan, Trump mulai membuka pintu komunikasi.
Sebelum kembali ke Washington dari Mar-a-Lago, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia siap bertemu Mamdani dan sedang mengatur pertemuan tersebut.
Wali Kota New York ingin bertemu dengan kami,”
Trump.
Kami akan mencari solusi terbaik untuk New York,”
Trump.
Meski begitu, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa belum ada tanggal resmi untuk pertemuan tersebut.
Mamdani Kirim Sinyal Positif
Sementara itu, Zohran Mamdani menunjukkan sikap terbuka. Dalam pidato kemenangan yang disampaikan di Brooklyn, ia menegaskan bahwa New York harus menjadi contoh bagi seluruh negara dalam menghadapi kebijakan nasional, sekaligus menyampaikan kesiapan bekerja sama demi kesejahteraan penduduk kota.
Dalam wawancara dengan NBC New York pekan lalu, Mamdani menegaskan bahwa dirinya memang berencana menjalin komunikasi dengan Gedung Putih selama masa transisi sebelum pelantikan Januari 2026.
“Hubungan antara saya dan presiden akan sangat menentukan masa depan kota ini,”
Mamdani.
Mamdani mengisyaratkan bahwa ia tak keberatan menjalankan kerja sama dengan Trump selama kebijakan yang dibahas memberi manfaat nyata bagi warga New York.
Jika Presiden Trump ingin berbicara tentang menurunkan biaya hidup atau menyediakan akses makanan murah, seperti yang ia janjikan pada 2024, saya terbuka untuk membahasnya,”
Mamdani.
Namun, Mamdani juga menegaskan bahwa ia akan tetap menjadi benteng bagi warga kota jika ada kebijakan federal yang dianggap merugikan masyarakat.
Saya bekerja untuk semua orang yang menyebut kota ini rumah. Jika ada peluang untuk berkolaborasi, saya siap. Tapi jika kebijakan itu mengorbankan warga New York, saya akan lawan,”
Mamdani.

