Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Rencana Kebijakan Efisiensi Pemerintah Pusat Picu Kekhawatiran Daerah
Nasional

Rencana Kebijakan Efisiensi Pemerintah Pusat Picu Kekhawatiran Daerah

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: November 20, 2025 12:11 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 bulan lalu
Share
Ilustrasi, sejumlah pekerja melakukan perbaikan ruas jalan
ANTARA FOTO/Andri Saputra/rwa
SHARE

Pemerintah berencana memangkas dana transfer ke daerah hingga Rp269 triliun pada APBN 2026 dapat berdampak serius.

Efisiensi ini dilakukan di tengah keterbatasan keuangan negara dan kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional.

Guru Besar Ilmu Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri Djohermansyah Djohan berkata prinsip efisiensi, transparansi, akuntabilitas, efektivitas itu penting, dalam menjalankan pemerintahan berbasis tata kelola pemerintahan yang baik.

Kalau efisiensi itu memang perlu, namun harus terukur. Jadi harus dihitung matang dalam pemotongan dana transfer ke daerah. Jangan sampai (pemerintah) pusat sewenang-wenang terhadap (pemerintah) daerah. Membabat habis,”

Djohermansyah kepada Owrite, Rabu, 19 November 2025.

Bila benar efisiensi dana ini diterapkan maka pemerintah pusat harus siap mengambil alih kebutuhan daerah jika diperlukan.

Misalnya, ada jalan rusak di sebuah daerah, supaya distribusi ekonomi lancar, maka pemerintah pusat kalau harus segera memperbaikinya.

Solusi lain, lanjut Djohermansyah, ialah meninjau ulang kebijakan efisiensi.

Jangan terlalu keras, harus ada perhitungan yang terukur dan cermat. Jangan gelondongan semua tidak diperbolehkan. Lebih baik bertahap,”

Djohermansyah.

Perhitungan ini demi memastikan hubungan keuangan pusat dan daerah yang adil dan selaras.

Selain itu, sebuah daerah didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan Pendapat Asli Daerah melalui pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan potensi sumber daya alam, meski solusi ini memerlukan waktu dan tidak dapat memberikan hasil instan.

Melambatnya pembangunan menjadi dampak kebijakan efisiensi. Banyak Banyak program pembangunan fisik, seperti perbaikan jalan, terhenti karena Dana Alokasi Khusus Fisik dipangkas hingga 0 persen.

Gangguan pelayanan publik dan operasional pemerintahan daera pun terhambat, ini mengakibatkan penurunan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor vital seperti kesehatan (ketersediaan obat di rumah sakit) dan pendidikan (perbaikan sekolah yang roboh).

Indeks Pembangunan Manusia di daerah juga jadi sektor terdampak, sebab pemotongan program pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan diprediksi akan menyebabkan penurunan indeks.

Tak kalah penting, ekonomi lokal dan pegawai berpotensi jadi korban, karena efisiensi yang drastis berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah dan daya beli masyarakat.

Gaji pegawai hingga Tunjangan Perbaikan Penghasilan terganggu, sehingga memicu penurunan konsumsi dan menyebabkan pasar-pasar daerah menjadi sepi.

Djohermansyah mengatakan ada beberapa alasan efisiensi, seperti warisan utang negara dari pemerintahan sebelumnya, sehingga membatasi ruang fiskal pemerintah untuk belanja rutin dan pembangunan; kebutuhan pembiayaan program prioritas pemerintahan terkini; dan menghindari utang baru.

Tag:APBN 2026Dana TransferEfisiensiPemerintah PusatPendapatan Asli Daerah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
4
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
5

BERITA LAINNYA

Seorang dokter membaewa stetoskop.
Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
21 menit lalu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo. (Sumber: BPMI)
Nasional

Prabowo Dapat Kabar PLTN dari BRIN, RI Ternyata Punya 89 Ribu Ton Uranium

Presiden Prabowo Subianto menerima paparan mengenai pengembangan teknologi nuklir dari Badan Riset…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu mengikuti pelantikan dan penyerahan SK di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng di Palu, Sulawesi Tengah
Nasional

DPR Desak Purbaya Segera Tambah Transfer ke Daerah, Gaji ASN Terancam Tersendat

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
Kartu Indonesia Sehat. (Sumber: Dok. BPJS Kesehatan)
Nasional

BPJS Bukan Pasien Kelas Dua! DPR Semprot Oknum Dokter yang Diduga Nirempati

Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mendesak dugaan pelanggaran etik oleh oknum…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up