Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Kenalan dengan Zone Zero: Mode Santai Olahraga buat Kaum Mager

Konsep ini menekankan bahwa memulai dari gerakan sederhana jauh lebih realistis daripada terus menunda olahraga karena takut kelelahan.

Ilustrasi jalan kaki.
Ilustrasi jalan kaki. (Unsplash/Sue Zeng)

Olahraga identik dengan keringat bercucuran, napas terengah-engah, dan tubuh yang kelelahan setelah beraktivitas. Padahal, bergerak tidak selalu harus seberat itu.

Ada konsep kebugaran bernama zone zero yang mengandalkan aktivitas fisik berintensitas sangat rendah, seperti berjalan santai, mengayuh sepeda pelan, hingga melakukan gerakan ringan di sela kesibukan.

Konsep ini bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin mulai aktif bergerak tanpa langsung menjalani latihan berat. Meski begitu, olahraga ringan tetap perlu dilakukan secara konsisten agar manfaat bagi kesehatan dapat dirasakan.

Iklan

Apa Itu Zone Zero?

Zone zero merupakan istilah populer dalam dunia kebugaran untuk menggambarkan aktivitas fisik dengan intensitas sangat rendah. Gerakan tidak menuntut tubuh bekerja keras sehingga seseorang masih bisa berbicara dengan nyaman tanpa terengah-engah.

Contoh, berjalan santai di sekitar rumah, bersepeda dengan kecepatan rendah, hingga aktivitas sehari-hari seperti menyapu dan berjalan mengambil barang juga bisa menambah gerak tubuh.

Meski disebut zone zero, istilah ini bukan zona latihan fisiologis yang memiliki definisi dan batas baku seperti zona detak jantung dalam program olahraga. Maka, intensitas lebih tepat dipahami sebagai aktivitas yang sangat ringan, bukan kategori latihan medis tersendiri.

Tetap Punya Manfaat

Dikutip dari World Health Organization (WHO) dalam Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour, 18 Oktober 2026, menyebutkan bahwa mengganti waktu duduk dengan aktivitas fisik dalam intensitas apa pun, termasuk intensitas ringan, dapat memberikan manfaat kesehatan.

Dalam jurnal British Journal of Sports Medicine tahun 2019 turut mengkaji hubungan aktivitas fisik ringan dengan kesehatan metabolik dan risiko kematian.

Hasilnya menemukan bahwa aktivitas ringan yang dilakukan secara singkat tetapi sering dapat membantu mengendalikan kadar glukosa setelah makan dibandingkan dengan duduk terus-menerus.

Contoh Gerakan Zone Zero

Ada beberapa aktivitas sederhana yang bisa dicoba tanpa harus pergi ke pusat kebugaran.

  1. Berjalan santai. Luangkan waktu untuk berjalan di sekitar rumah, halaman, atau lingkungan tempat tinggal. Pilih kecepatan yang nyaman sehingga kamu masih bisa berbicara tanpa kesulitan.
  2. Bersepeda pelan. Mengayuh sepeda dengan kecepatan rendah di jalur yang aman dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin bergerak tanpa latihan intensif.
  3. Peregangan ringan. Lakukan peregangan bahu, leher, punggung, dan kaki secara perlahan, terutama setelah duduk lama ketika bekerja atau belajar. Hindari gerakan memantul atau memaksakan rentang gerak.
  4. Bergerak di sela pekerjaan. Bangun dari kursi, berjalan sebentar, merapikan meja, atau mengambil air minum. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi waktu duduk yang terlalu panjang.

Durasi

Tidak ada durasi khusus yang berlaku universal untuk zone zero. Bagi pemula, aktivitas selama beberapa menit dapat menjadi permulaan. Durasi dan frekuensi bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan serta kondisi tubuh.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit per minggu, maupun kombinasi yang setara.

Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sangat ringan dapat menjadi awal yang baik, tetapi orang dewasa tetap dianjurkan meningkatkan aktivitas sesuai kemampuan untuk memenuhi target kebugaran.

Kebugaran

Karena intensitas rendah, zone zero tidak bisa disamakan dengan latihan intensitas sedang atau tinggi dalam hal kebutuhan energi per satuan waktu.

Jika tujuan utama menurunkan berat badan atau meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, aktivitas ringan dapat dikombinasikan secara bertahap dengan latihan lain yang sesuai kemampuan.

Zone zero bukan jalan pintas untuk mendapatkan tubuh bugar tanpa usaha. Konsep ini lebih menekankan bahwa memulai dari gerakan sederhana jauh lebih realistis daripada terus menunda olahraga karena takut kelelahan. 

Iklan