Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Jagung Manis vs Jagung Biasa, Mana Lebih Sehat? Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Gizinya

Jagung manis dan jagung biasa memiliki kandungan gizi berbeda, tetapi keduanya sama-sama baik dikonsumsi sebagai sumber nutrisi dan energi.

Jagung Manis vs Jagung Biasa, Mana yang Lebih Bergizi?
Jagung manis (Foto: Unsplash/ Wouter Supardi Salari)

Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang mudah ditemukan dan kerap diolah menjadi berbagai hidangan. Mulai dari jagung rebus, bakwan jagung, sup, hingga nasi jagung, bahan pangan ini memiliki banyak pilihan olahan yang digemari masyarakat.

Namun, jagung memiliki beberapa jenis dengan karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda. Dua jenis yang paling umum dikonsumsi adalah jagung manis dan jagung biasa.

Jagung manis memiliki cita rasa legit dengan tekstur biji yang cenderung lebih lembut. Sementara, jagung biasa umumnya terasa lebih hambar dengan tekstur biji yang lebih padat.

Iklan

Perbedaan tersebut bukan sekadar soal rasa, tetapi juga berkaitan dengan kandungan karbohidrat di dalamnya. Jagung manis memiliki kandungan gula alami yang lebih tinggi. Adapun jagung biasa cenderung mengandung lebih banyak pati, terutama ketika bijinya sudah matang dan mengering.

Meski sama-sama jadi sumber karbohidrat, keduanya punya karakteristik nutrisi yang berbeda. Lantas, apakah jagung manis lebih sehat dibandingkan jagung biasa? Atau justru masing-masing memiliki keunggulan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh?

Perbedaannya

Sementara itu, jagung biasa atau jagung pipil umumnya dibiarkan tumbuh hingga bijinya matang. Pada tahap tersebut, sebagian besar karbohidratnya tersimpan dalam bentuk pati.

Karena itu, teksturnya cenderung lebih keras dan sering dimanfaatkan sebagai bahan tepung jagung, pakan ternak, maupun pangan pokok. Perbedaan karakteristik genetik dan waktu panen inilah yang membuat kedua jenis jagung memiliki komposisi nutrisi berbeda.

Melansir dari laman Petani Indonesia, Sabtu, 7 November 2026, jagung manis (Zea mays var. saccharata) merupakan jenis jagung yang dibudidayakan karena memiliki kandungan gula alami lebih tinggi. Jagung ini biasanya dipanen ketika bijinya masih muda sehingga terasa lebih manis, berair, dan empuk.

Jagung Manis

Salah satu perbedaan paling menonjol antara keduanya terletak pada kandungan gula dan pati. Jagung manis memiliki lebih banyak gula sederhana, seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa, yang memberikan rasa manis khas.

Sebaliknya, jagung biasa yang sudah matang mengandung lebih banyak pati sebagai cadangan energi tanaman. Pati merupakan karbohidrat kompleks yang tersusun dari rantai molekul glukosa.

Rasa manis pada jagung bukan berasal dari tambahan gula, melainkan karakteristik alami bijinya.

Kandungan Nutrisinya

Meskipun jagung manis memiliki rasa lebih legit, bukan berarti kandungan gizinya selalu lebih tinggi daripada jagung biasa.

Jagung pipil kering umumnya memiliki kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan energi lebih tinggi per 100 gram dibandingkan jagung manis segar. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan kadar air.

Jagung manis yang dipanen muda memiliki kandungan air lebih tinggi sehingga zat gizinya lebih sedikit jika dihitung berdasarkan berat yang sama.

Sebaliknya, jagung pipil kering memiliki konsentrasi zat gizi lebih tinggi karena sebagian besar kandungan airnya telah hilang.

Oleh karena itu, perbandingan nutrisi kedua jenis jagung perlu memperhatikan kondisi bahan pangan, apakah masih segar, sudah matang, atau telah dikeringkan.

Perbandingan Kandungan Gizi

Secara umum, berikut perbedaan karakteristik kandungan gizi jagung manis segar dan jagung pipil kering.

KandunganJagung manis segarJagung pipil kering
Kadar airLebih tinggiLebih rendah
Gula alamiRelatif lebih tinggiRelatif lebih rendah
PatiLebih rendahLebih tinggi
Protein per 100 gramRelatif lebih rendahRelatif lebih tinggi
Kalori per 100 gramRelatif lebih rendahRelatif lebih tinggi
SeratMengandung seratMengandung serat

Perbandingan tersebut merupakan gambaran umum, bukan nilai baku untuk semua varietas jagung. Tingkat kematangan, varietas, dan proses pengolahan dapat memengaruhi komposisi nutrisinya.

Pilih Mana?

Pada dasarnya, jagung manis maupun jagung biasa sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan cara pengolahannya.

Jagung manis cocok dijadikan camilan atau pelengkap makanan karena teksturnya lebih empuk dan memiliki rasa manis alami. Sementara itu, jagung biasa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi karena kandungan patinya relatif tinggi.

Hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan cara pengolahan. Jagung rebus atau kukus bisa menjadi pilihan sederhana dibandingkan mengolahnya dengan tambahan mentega, gula, susu kental manis, atau garam dalam jumlah berlebihan.

Jadi, jagung manis tidak otomatis lebih sehat hanya karena rasanya lebih enak. Begitu pula jagung biasa tidak otomatis lebih bergizi hanya karena kandungan patinya lebih tinggi. Keduanya memiliki keunggulan nutrisi masing-masing dan dapat dikonsumsi secara bergantian sebagai bagian dari menu makanan yang beragam.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.