Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir memberikan dampak besar terhadap kelancaran distribusi energi, terutama BBM dan LPG. Namun, situasi perlahan menunjukkan pemulihan.
Perwakilan Pertamina Regional Aceh, Misbah Bukhori, mengungkapkan bahwa upaya penanganan di lapangan terus dilakukan.
Suplai BBM kini mulai meningkat di berbagai wilayah yang sebelumnya terhambat akibat akses jalan yang terputus.
Sejumlah SPBU Kembali Beroperasi
Beberapa jalur yang sebelumnya sulit dilalui, seperti kawasan Aceh Tamiang di Aceh bagian timur, kini sudah kembali bisa diakses. Hambatan ini sebelumnya membuat distribusi BBM tersendat.
Di Aceh Tamiang sendiri, 3 dari 7 SPBU telah kembali melayani masyarakat, sementara empat lainnya masih dalam tahap perbaikan akibat kerusakan parah yang terjadi.
Bencana yang melanda cukup besar sehingga hampir setengah SPBU terdampak,”
Bukhori.
Jalur Tengah Masih Terisolir
Misbah menjelaskan bahwa wilayah Aceh utara seperti Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Utara kini sudah beroperasi 100 persen.
Di wilayah Aceh Barat hingga Aceh Selatan, distribusi juga kembali normal setelah beberapa kendala awal teratasi melalui jalur alternatif.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Aceh bagian tengah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, yang masih mengalami keterisolasian karena jalan rusak parah.
Pertamina terpaksa menggunakan jalur udara untuk pengiriman BBM dari Kualanamu menuju Bener Meriah sebelum didistribusikan ke Aceh Tengah.
Untuk pasokan LPG, wilayah barat sudah kembali menerima suplai melalui jalur laut. LPG dikirim dari Terminal Arun Lhokseumawe ke Pelabuhan Ulele Banda Aceh, sebelum kemudian didistribusikan ke masyarakat.
Sementara wilayah timur berjalan lancar berkat terminal utama di Lhokseumawe yang masih beroperasi. Daerah seperti Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, hingga Subulussalam sudah menerima pasokan penuh.
Beberapa tabung LPG juga berhasil dikirim ke jalur tengah untuk memenuhi kebutuhan darurat, termasuk operasional dapur umum di Bener Meriah.
Bantuan Tersalurkan ke Lokasi Terdampak
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, turun langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang untuk memastikan penanganan berlangsung maksimal.
Kunjungan dimulai dari RSUD Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan akibat banjir, di mana lumpur memenuhi hampir seluruh sudut ruangan.
Pasukan gabungan TNI, BPBD, dan relawan sedang melakukan pembersihan yang ditargetkan selesai dalam tiga hari. Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyatakan bahwa rumah sakit tersebut akan difungsikan sebagai fasilitas kesehatan sementara.
Di samping itu, posko kesehatan dan bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat juga akan disiapkan demi mempercepat pemulihan layanan bagi masyarakat. Armia menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas gerak cepatnya.
Kami sangat berterima kasih. Bantuan yang diberikan akan kami manfaatkan sebaik mungkin,”
Armia Pahmi.





