Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatera menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Jumat, 19 Desember 2025 pukul 10.00 WIB jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 orang, sementara 190 orang masih dinyatakan hilang dan 537.185 warga terpaksa mengungsi.
Tiga provinsi terdampak paling parah adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala BNPB Jenderal TNI Suharyanto menegaskan bahwa penanganan darurat terus digenjot, terutama di wilayah yang terisolasi akibat rusaknya akses jalan dan jembatan.
Seluruh kekuatan terus dikerahkan, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga relawan untuk mempercepat pencarian dan penyelamatan korban,”
Suharyanto, Kamis 18 Desember 2025.
Aceh Jadi Provinsi dengan Dampak Terparah
Berdasarkan rekapitulasi BNPB, Aceh mencatat angka korban tertinggi dengan 456 orang meninggal, 31 orang hilang, dan 506.946 jiwa mengungsi.
Sementara itu Sumatera Utara: 366 meninggal, 75 hilang, dan 21.161 mengungsi. Sumatera Barat: 246 meninggal, 84 hilang, dan 9.078 mengungsi.
Kerusakan permukiman terjadi secara masif di ketiga provinsi. Di Aceh, puluhan ribu rumah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga melaporkan ribuan rumah terdampak.
Secara keseluruhan, 147.217 unit rumah di Sumatera tercatat terdampak, dengan rincian 73.363 rusak ringan, 29.809 rusak sedang, dan 44.045 rusak berat.
Pencarian Korban Terus Dilakukan di Puluhan Lokasi
Operasi SAR masih aktif di berbagai daerah rawan. Aceh: 6 kabupaten, termasuk Aceh Utara dan Bireuen. Sumatera Utara: 4 sektor pencarian, termasuk Tapanuli Tengah dan Sibolga dan Sumatera Barat: 5 sektor, fokus di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Tim SAR menghadapi tantangan besar akibat medan berat dan cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Kerusakan infrastruktur turut memperlambat distribusi logistik. Puluhan ruas jalan nasional dan daerah serta ratusan jembatan dilaporkan rusak atau terputus.
Beberapa jalur utama kini telah kembali berfungsi, namun sejumlah ruas strategis masih mengalami pembatasan, termasuk sistem buka-tutup di Sumatera Barat dan jalur lintas tengah Aceh.
Distribusi Bantuan dan Pembangunan Huntara Dipercepat
Hingga 17 Desember 2025, 1.100 ton lebih logistik telah disalurkan ke wilayah terdampak. BNPB juga menyiapkan cadangan bantuan tambahan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Pembangunan hunian sementara (huntara) mulai berjalan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Agam yang resmi memulai pembangunan pada 18 Desember 2025.
Targetnya, warga dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak sembari menunggu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
BNPB memastikan penanganan tidak berhenti pada fase darurat. Pemulihan akses vital, pembangunan hunian, serta rehabilitasi sosial dan ekonomi masyarakat akan terus dikawal hingga kondisi benar-benar pulih.





