“Selalu ada bad news dari MBG,”
tulis akun @ lusy___
Tak hanya korban pedagang, sopir dan kenek mobil MBG juga dikabarkan mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Sejumlah saksi menyebut bahwa mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menabrak sejumlah lapak pedagang UMKM di pinggir jalan.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai standar keselamatan dan kesiapan operasional kendaraan di lapangan. Sejumlah warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada target pelaksanaan program, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat benar-benar diperhatikan.
Sebelumnya, program MBG juga sempat menuai perhatian setelah adanya laporan dugaan keracunan makanan yang dialami ratusan siswa usai mengonsumsi makanan program tersebut.
Insiden di Bekasi Timur ini pun menambah daftar polemik yang mengiringi pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Tak sedikit warganet yang memberikan komentar negatif atas kejadian tersebut.
“Katanya bantu menaikkan UMKM, bantu menaikkan ke surga.”
tulis salah satu akun @wwl.willy.
“Nggak sopirnya, nggak tukang masaknya, semua tukang comot. Gak ada yang ahli di bidangnya. Sopirnya nabrak orang, tukang masaknya ngeracunin orang🗿,”
tulis akun @matcha.tea.1402
“Ini program emng bnyk ngerugiinnya dibanding manfaat,”
Tulis akun @anggaahmdd_
Masyarakat kini menunggu langkah evaluasi dan tanggung jawab dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.