Kasus seorang siswa MAN 3 Padang yang bawa bom rakitan ke sekolah karena diduga jadi korban bullying atau perundungan memicu keprihatinan.
Psikolog Meity Arianty menilai tindakan ekstrem itu bukan muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, aksi itu merupakan akumulasi tekanan psikologis yang tak pernah tertangani sehingga ada dorongan untuk melakukan balas dendam.
“Jadi, kemarahan hebat dan adanya dorongan balas dendam,”
kata Meity kepada Owrite, Kamis, 30 Juli 2026.
Meity menjelaskan fenomena itu dikenal sebagai bully-victim reaction yakni kondisi saat korban perundungan yang terus mengalami rasa sakit, ketidakberdayaan, dan isolasi sosial. Kondisi itu berubah menjadi pelaku kekerasan sebagai bentuk pelampiasan.






