Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Minggu, 6 September 2026, pukul 10.04 WIT. Kolom abu teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut.
Badan Geologi melaporkan kolom abu erupsi Gunung Ibu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Kolom abu tersebut teramati condong ke arah utara.
“Telah terjadi erupsi Gunung Ibu, Maluku Utara, pada 6 September 2026, pukul 10.04 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut,”
kata Badan Geologi dalam keterangan tertulis.
Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 44 detik. Badan Geologi menyebut erupsi masih berlangsung saat laporan tersebut dibuat. Kini Gunung Ibu berada pada Status Level II atau Waspada.
Pemerintah merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Ibu serta pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diperluas secara sektoral.
“Masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu,”
ujar Badan Geologi.
Gunakan Pelindung
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk menggunakan pelindung hidung dan mulut berupa masker serta kacamata apabila terjadi hujan abu dan warga harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat diminta menjaga kondusivitas dan tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas Gunung Ibu. Warga juga diimbau tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, serta mengikuti arahan pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.
Perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Ibu juga dapat dipantau melalui aplikasi Magma Indonesia, situs Magma Indonesia, serta media sosial PVMBG.























