Ketegangan di kawasan Eropa kembali meningkat setelah jet tempur Italia yang menjalankan misi pertahanan udara NATO menembak jatuh sebuah drone yang memasuki wilayah udara Lituania.
Drone tersebut terdeteksi masuk ke wilayah Lituania dari arah Belarus pada Selasa, 15 September 2026. Pesawat nirawak itu kemudian dicegat dan dihancurkan di sekitar Pratkunai, dekat Kaunas.
Mengutip dari Aljazeera, Rabu, 16 September 2026, pihak Lituania menyatakan serpihan drone sudah ditemukan. Pihak Lithuania juga masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan asal serta identitas perangkat tersebut.
Menteri Pertahanan Lituania Robertas Kaunas mengatakan drone itu membawa bahan peledak yang kemudian dinetralisasi oleh petugas penjinak bahan peledak.
Italia menyebut drone itu kemungkinan besar berasal dari Rusia. Namun, asal perangkat masih jadi bagian dari penyelidikan sehingga belum dapat dipastikan secara final.
Insiden tersebut jadi perhatian karena jet tempur Italia yang berbasis di Siauliai merupakan bagian dari misi Baltic Air Defence NATO. Jet-jet sekutu dikerahkan untuk jaga wilayah udara negara-negara Baltik yang jadi anggota NATO.
Adapun Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menilai tindakan awak jet tempur itu menunjukkan pentingnya kerja sama dalam aliansi NATO.
Tadi malam, sekali lagi, para pilot Italia melakukan intervensi dan menembak jatuh sebuah ancaman yang kemungkinan besar berasal dari Rusia,”
kata Crosetto, seperti dikutip dari laporan mengenai insiden tersebut, Rabu, 16 September 2026.
Robertas Kaunas juga menegaskan bahwa Lituania terlibat sejak awal proses penanganan drone tersebut. Sistem pertahanan udara Lituania mendeteksi objek sebelum informasi diteruskan kepada misi pertahanan udara NATO.
Kaunas mengatakan serpihan drone selanjutnya akan dianalisis untuk mengungkap lebih jauh asal dan karakteristik perangkat tersebut. Pemerintah Lituania juga menyatakan tak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai.
Rangkaian Insiden di Eropa
Penembakan drone di Lituania terjadi ketika sejumlah insiden keamanan juga berlangsung di kawasan Baltik dan Eropa Timur.
Sehari sebelumnya, sebuah kapal perang Rusia dilaporkan menembakkan suar di dekat helikopter militer Denmark yang sedang melakukan pemantauan terhadap kapal Rusia di Laut Baltik. Denmark kemudian memanggil duta besar Rusia untuk meminta penjelasan.
Di Polandia, pemerintah juga meningkatkan kewaspadaan setelah aktivitas drone Rusia dalam serangan ke Ukraina. Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menyebut perkembangan beberapa hari terakhir menunjukkan adanya ancaman terhadap keamanan Eropa.
Rangkaian kejadian tersebut berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. Sejumlah drone dalam beberapa kesempatan juga memasuki wilayah udara negara-negara NATO di kawasan Baltik.
NATO sebelumnya telah menghadapi sejumlah kasus drone yang masuk ke wilayah udara negara anggotanya. Karena itu, insiden terbaru di Lituania kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan meluasnya dampak perang Rusia-Ukraina ke wilayah negara-negara NATO.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut rangkaian insiden tersebut sebagai bagian dari pola ‘agresi dan provokasi’ terhadap Eropa. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan negara-negara NATO tidak akan membiarkan diri mereka diintimidasi.
Hingga laporan ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia mengenai drone yang ditembak jatuh di Lituania.
Bagi Lituania, insiden tersebut jadi pengingat bahwa perang di Ukraina memiliki dampak langsung terhadap keamanan negara-negara yang berada di sekitar wilayah konflik.
Kaunas juga memperingatkan bahwa insiden serupa berpotensi terus terjadi selama perang Rusia-Ukraina belum menemukan penyelesaian melalui negosiasi. Ia mengatakan Putin tidak menginginkan penyelesaian damai.





