Rencana pembangunan AI Factory berkapasitas 1 gigawatt (GW) di kawasan Industri Terpadu Batang akan membawa peluang investasi dan perkembangan teknologi bagi Indonesia. Namun, proyek itub pastinya juga akan menyimpan sejumlah dampak persoalan.

Pemerhati Budaya dan Komunikasi Digital Firman Kurniawan menilai kehadiran AI Factory bisa memberikan manfaat. Hal itu terutama dari sisi investasi, transfer pengetahuan, dan peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Yang positifnya, investasi juga dapat, pengetahuannya, juga bisa mempekerjakan orang-orang lokal,”

kata Firman kepada Owrite, Minggu, 27 September 2026.

Lantas apa saja dampak positif dan negatif dari pembangunan AI Factory ini?

Dampak Positif AI Factory

  1. Membuka Investasi

Pembangunan AI Factory dapat membawa investasi baru ke Indonesia sekaligus mendorong perkembangan industri teknologi. Menurut Firman, kehadiran fasilitas ini juga bisa mempercepat pengembangan teknologi dan operasional di Indonesia.

  1. Menambah Pengetahuan

Selain investasi, pembangunan AI Factory dinilai bisa bawa transfer pengetahuan dan teknologi baru ke Indonesia. Tenaga kerja lokal berpeluang peroleh pengalaman dari pengoperasian fasilitas teknologi berskala besar.

  1. Membuka Lapangan Kerja

Kehadiran fasilitas tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar khususnya di daerah Batang.

Dampak Negatif AI Factory

  1. Kebutuhan Listrik Sangat Besar

Di balik peluang tersebut, Firman menekankan tidak bisa menghindari fakta jika kebutuhan listrik proyek ini sangat besar.

Dia bahkan menyoroti kapasitas AI Factory yang digadang-gadang akan mencapai 1 gigawatt. Menurutnya jumlah itu sangat besar jika dibandingkan dengan kebutuhan listrik rumah tangga.

Jika pasokan listrik lokal ikut terserap untuk kebutuhan fasilitas, Firman mengingatkan agar pemerintah juga bisa memastikan kebutuhan masyarakat sekitar tetap bisa terpenuhi.

  1. Konsumsi Air Tinggi

Penggunaan air juga menjadi perhatian khusus karena operasional data center membutuhkan air dalam jumlah besar.

Firman menyebut kebutuhan air bersih untuk pendinginan data center bisa mencapai sekitar 2 juta liter per hari. Kondisi itu dinilai perlu diperhitungkan agar nantinya masyarakat tidak berebut air dengan proyek ini.

Selain jumlah air yang digunakan itu banyak. Ini sangat besar. Jadi, selain sumber-sumber air ini jadi berebutan dengan warga sekitar,”

ujar Firman.
  1. Berpotensi Berdampak ke Lingkungan

Selain jumlah air yang digunakan, pengelolaan air setelah dipakai juga perlu perhatian khusu. Firman menilai indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain terkait dampak operasional data center.

Menurutnya, pembangunan fasilitas berskala besar tidak cukup hanya mempertimbangkan keuntungan investasi, tetapi juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Dengan melihat dampak positif dan negatif tersebut, pembangunan AI Factory di Batang bukan lagi soal seberapa besar investasi yang masuk ke Indonesia. Di balik peluang teknologi dan lapangan kerja, ada kebutuhan yang dampaknya akan bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar.