Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Andre Rosiade Tantang Pengkritik Swasembada Pangan Prabowo: Datang dan Cek Gudang Bulog

Gerindra menilai capaian swasembada pangan tak cukup diperdebatkan melalui pernyataan. Perlu dicek persediaan beras di Bulog.

Anggota DPR RI Andre Rosiade.
Anggota DPR RI Andre Rosiade. (gerindra.id)

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade menantang pihak yang meragukan klaim swasembada pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa langsung persediaan beras di gudang Perum Bulog.

Dia menilai capaian swasembada tak cukup diperdebatkan melalui pernyataan. Namun, mesti diuji dengan kondisi stok dan data pangan di lapangan.

Swasembada tuh tidak pakai narasi, tapi pakai fakta,”

kata Andre dalam diskusi bertajuk ‘Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak Pada Rakyat, Ekonomi Kuat, hingga Kemandirian Nasional’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menyebut persediaan beras di sejumlah gudang Bulog jadi salah satu bukti yang menurutnya menunjukkan kecukupan pasokan nasional.

Iklan

Andre juga mengklaim pemerintah sudah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan, bahkan mulai membuka peluang ekspor beras.

Ia mempersilakan pihak yang menganggap klaim swasembada pemerintah tidak sesuai kenyataan untuk datang langsung ke gudang Bulog di berbagai daerah.

Menurut dia, kondisi persediaan beras dapat diperiksa untuk melihat sejauh mana pemerintah mampu menjaga ketersediaan pangan.

Saya mau mengundang yang mengkritik bahwa kita swasembada itu data palsu. Mari datang ke gudang Bulog masing-masing yang ada di berbagai kota/kabupaten maupun provinsi,”

ujarnya.

Dia mengaku pernah mendatangi gudang Bulog di Sumatra Barat dan melihat persediaan beras yang dinilainya mencukupi. Andre menyebut berdasarkan pengecekan yang dilakukannya beberapa waktu lalu, stok beras di provinsi tersebut diperkirakan aman hingga Maret 2027.

Lebih lanjut, Andre juga mengungkapkan adanya peluang ekspor beras ke Arab Saudi. Dia mengatakan sejumlah rekannya sempat menanyakan kemungkinan Indonesia mengirimkan 500 ton beras ke negara tersebut dengan persyaratan kualitas tertentu.

Saya sampaikan ke Pak Mentan. Kata Pak Mentan, ‘Bisa. Karena kita surplus.’ Surplus,”

kata Andre mengutip percakapannya dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Menurut Andre, peluang ekspor tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa produksi beras dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Selain beras, Andre menyoroti kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Dia menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani sekaligus upaya menjaga kepastian harga hasil panen.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.