Menurut dia, investasi dalam jumlah besar belum tentu menghasilkan penyerapan tenaga kerja sebanyak yang terjadi pada masa lalu.
Dia mencontohkan penggunaan AI yang mulai menggantikan sejumlah pekerjaan profesional atau pekerja kerah putih atau white collar.
Sementara, sektor industri juga menghadapi perubahan karena semakin banyak proses produksi yang mengandalkan mesin dan sistem otomatis.
Bagaimana pekerja-pekerja profesional banyak digantikan oleh AI, ya. White collar kita, ya, ini pekerja profesional banyak diganti AI,”
ujarnya.
Andre juga menyinggung pekerja pabrik yang berpotensi terdampak otomatisasi. Kondisi itu jadi tantangan bagi pemerintah untuk memastikan perkembangan teknologi dan masuknya investasi tetap membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Lalu, pekerja pabrik sekarang banyak diganti oleh otomatisasi, karena inilah perkembangan teknologi,”
kata Andre.
Menurut Andre, peningkatan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pembukaan lapangan kerja baru.
Dia menilai pemerintah perlu mencari terobosan agar pertumbuhan ekonomi tidak berhenti pada peningkatan angka investasi dan aktivitas usaha, tetapi juga menghasilkan kesempatan kerja yang lebih luas.
Bagaimana lapangan pekerjaan ini, pertumbuhan ekonomi, ya. Yang terus meningkat sesuai target Presiden Prabowo nanti di akhir periode pertama beliau tembus 8 persen ini, ya, itu tetap bisa berujung dengan pembukaan lapangan pekerjaan yang baru,”
ujarnya.
Andre juga menyinggung sektor pariwisata yang menurutnya memiliki kontribusi besar terhadap devisa dan penciptaan lapangan kerja.
Dia menyebut sektor tersebut telah membuka hampir 25 juta lapangan pekerjaan dalam kurun 10 tahun terakhir.