Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah masih bernegosiasi dengan Unites States Trade Representative (USTR), terkait tarif resiprokal untuk beberapa komoditas agar bisa mendapat tarif 0 persen.
Airlangga mengatakan, negosiasi intensif dengan pemerintah AS masih akan dilakukan pada bulan Oktober ini.
“Ya tentu akan dilanjutkan perundingan lebih intensif lagi dalam bulan ini,” kata Airlangga di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (9/10/2025).
Airlangga berharap, negosiasi tarif ini bisa rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan ke depan.
“Harapannya bisa diselesaikan dalam 2-3 minggu kedepan,” ujarnya.
Airlangga menjelaskan, untuk komoditas yang ditawarkan pemerintah agar mendapat pembebasan tarif yaitu yang bisa ditanam di Indonesia, dan tidak bisa ditanam di Amerika Serikat.
“Secara prinsip, komoditas yang bisa ditanam di Indonesia tidak bisa ditanam di Amerika. Nah itu kan artinya seperti kelapa sawit, kakao, coklat. Itu mereka memberikan tarif 0 persen,” katanya.


