Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp233 Triliun, Mendagri Bongkar Alasannya
Ekonomi Bisnis

Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp233 Triliun, Mendagri Bongkar Alasannya

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Oktober 20, 2025 4:03 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Foto: OWRITE/Anisa Aulia
SHARE

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, dana pemerintah daerah atau Pemda yang mengendap di bank masih sangat tinggi. Provinsi yang memiliki simpanan tertinggi yakni DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Tito mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) uang yang disimpan di bank hingga September 2025 mencapai Rp233,97 triliun. Dana tersebut ada dalam bentuk giro sebesar Rp178,14 triliun, deposito Rp48,40 triliun, dan tabungan senilai Rp7,43 triliun.

Data dari BI itu menyampaikan bahwa daerah itu ada di bank sebanyak Rp233 triliun,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (20/10/2025).

Tito menjelaskan, untuk dana pemda yang paling banyak parkir di bank yakni DKI Jakarta sebesar Rp14 triliun, kedua Jawa Timur sebesar Rp6,8 triliun, dan Kalimantan Timur Rp4,7 triliun.

Namun kata Tito, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, dana pemda yang mengendap di bank hanya sebesar Rp215 triliun per 17 Oktober 2025.

Kami juga melakukan checking pak, checking ke kasnya masing-masing, ke daerah-daerah. Kemudian kami mendapatkan data bahwa yang ada adalah Rp215 triliun, jadi bukan Rp233 triliun itu data BI,” jelasnya.

Berdasarkan datanya, uang provinsi paling tinggi juga berada di DKI Jakarta yang simpanannya mencapai Rp19 triliun, Jawa Timur Rp5,7 triliun, dan Kalimantan Selatan Rp5,3 triliun.

Di tingkat provinsi memang yang terbesar lah di rekening kasnya di DKI Rp19 triliun lebih, diikuti Jawa Timur Rp5 triliun lebih, Kalimantan Selatan Rp5 triliun lebih, Kalimantan Timur Rp4 triliun lebih,” terangnya.

Penyebab Simpan Uang Pemda di Bank Tinggi

Tito menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pemda memarkirkan uangnya di bank, salah satunya adalah realisasi belanja yang lambat

Penyebabnya di antaranya adalah memang ada yang lemot pak untuk mendapat apa nama itu bekerja nggak sesuai target,” jelasnya.

Tito memaparkan, setidaknya ada sembilan alasan yang menyebabkan simpanan pemda di perbankan masih tinggi. Pertama, adanya Inpres 1/2025 terkait efisiensi belanja daerah, sehingga menyebabkan keterlambatan pelaksanaan APBD TA 2025.

Kedua, terjadinya penyesuaian visi dan misi serta program prioritas kepala daerah terpilih setelah pelantikan. Hal ini berdampak pada perubahan program, kegiatan dan sub kegiatan.

Ketiga, kendala administratif baik dalam proses pelaksanaan belanja baik barang dan jasa, belanja modal, belanja bantuan sosial, hingga belanja subsidi.

Keempat, adanya proses penyesuaian penggunaan Katalog Elektronik versi 6 hari dari sebelumnya menggunakan versi 5. Kelima, pelaksanaan pengadaan belanja modal yang bersifat fisik.

Keenam kecenderungan realisasi APBN tinggi di akhir tahun, yang mana diakibatkan oleh proses pengajuan pembayaran dari pihak ketiga atau penyedia dilakukan pada akhir tahun.

Ketujuh, keterlambatan Kementerian/lembaga pengampu Dana Alokasi Khusus (DAK. Kedelapan, pengadaan tanah dilakukan bersamaan dengan pekerjaan fisik dalam tahun anggaran 2025. Kesembilan, pembayaran utang iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Tag:Dana PemdaMendagriTito Karnavian
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza
Olahraga

Mauricio Souza Lempar Handuk, Peluang Persija Juara Disebut Tinggal 1 Persen

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mulai realistis terkait peluang timnya dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026. Menurutnya, kesempatan Macan Kemayoran untuk menjadi juara kini sangat kecil. Persija saat ini…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Layanan Iklan Berbayar Tapi Jangankauan Organik Turun, Brand Ogah ‘Stay’ di Marketplace

Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini kemudian menjadi pemicu sejumlah brand skincare lokal, yang mulai mengajak konsumennya untuk berbelanja langsung melalui website resmi mereka.…

By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
5 Min Read
Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Ekonomi Bisnis

Dinamika Timur Tengah Picu Volatilitas, KSSK Mitigasi Risiko Lonjakan Harga Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I-2026 masih terjaga di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mewaspadai risiko…

By
Anisa Aulia
Adi Briantika
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Kenaikan Biaya Platform Tekan Seller, Banyak Brand ‘Kabur Massal’ dari Marketplace

Sejumlah brand skincare lokal mulai mengajak konsumennya untuk berbelanja langsung melalui website…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
2 jam lalu
Pelayanan SIM di Lampung. (Sumber: Antara Foto/Ardiansyah)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bakal Rombak Tarif PNBP Layanan Kementerian Lembaga, Apa yang Naik?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana merombak ketentuan umum terkait, penetapan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Ekonomi Bisnis

Jatam Bongkar “Sisi Gelap” Hilirisasi Nikel Maluku Utara, IWIP hingga Antam Terseret

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Maluku…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Petugas tim Satgas Pertamina menyiapkan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) untuk layanan pengantaran bagi pemudik yang membutuhkan pengisian BBM motoris di Rest Area 166 A Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat
Ekonomi Bisnis

Ini Alasan Pertamina Soal SPBU yang Tidak Menjual Pertalite

PT Pertamina Patra Niaga angkat suara terkait beberapa stasiun SPBU miliknya yang…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up