Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 19 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp233 Triliun, Mendagri Bongkar Alasannya
Ekonomi Bisnis

Dana Pemda Mengendap di Bank Capai Rp233 Triliun, Mendagri Bongkar Alasannya

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
Last updated: Oktober 20, 2025 4:03 pm
Anisa Aulia
Ivan
Share
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Foto: OWRITE/Anisa Aulia
SHARE

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, dana pemerintah daerah atau Pemda yang mengendap di bank masih sangat tinggi. Provinsi yang memiliki simpanan tertinggi yakni DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Tito mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) uang yang disimpan di bank hingga September 2025 mencapai Rp233,97 triliun. Dana tersebut ada dalam bentuk giro sebesar Rp178,14 triliun, deposito Rp48,40 triliun, dan tabungan senilai Rp7,43 triliun.

Data dari BI itu menyampaikan bahwa daerah itu ada di bank sebanyak Rp233 triliun,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (20/10/2025).

Tito menjelaskan, untuk dana pemda yang paling banyak parkir di bank yakni DKI Jakarta sebesar Rp14 triliun, kedua Jawa Timur sebesar Rp6,8 triliun, dan Kalimantan Timur Rp4,7 triliun.

Namun kata Tito, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, dana pemda yang mengendap di bank hanya sebesar Rp215 triliun per 17 Oktober 2025.

Kami juga melakukan checking pak, checking ke kasnya masing-masing, ke daerah-daerah. Kemudian kami mendapatkan data bahwa yang ada adalah Rp215 triliun, jadi bukan Rp233 triliun itu data BI,” jelasnya.

Berdasarkan datanya, uang provinsi paling tinggi juga berada di DKI Jakarta yang simpanannya mencapai Rp19 triliun, Jawa Timur Rp5,7 triliun, dan Kalimantan Selatan Rp5,3 triliun.

Di tingkat provinsi memang yang terbesar lah di rekening kasnya di DKI Rp19 triliun lebih, diikuti Jawa Timur Rp5 triliun lebih, Kalimantan Selatan Rp5 triliun lebih, Kalimantan Timur Rp4 triliun lebih,” terangnya.

Penyebab Simpan Uang Pemda di Bank Tinggi

Tito menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pemda memarkirkan uangnya di bank, salah satunya adalah realisasi belanja yang lambat

Penyebabnya di antaranya adalah memang ada yang lemot pak untuk mendapat apa nama itu bekerja nggak sesuai target,” jelasnya.

Tito memaparkan, setidaknya ada sembilan alasan yang menyebabkan simpanan pemda di perbankan masih tinggi. Pertama, adanya Inpres 1/2025 terkait efisiensi belanja daerah, sehingga menyebabkan keterlambatan pelaksanaan APBD TA 2025.

Kedua, terjadinya penyesuaian visi dan misi serta program prioritas kepala daerah terpilih setelah pelantikan. Hal ini berdampak pada perubahan program, kegiatan dan sub kegiatan.

Ketiga, kendala administratif baik dalam proses pelaksanaan belanja baik barang dan jasa, belanja modal, belanja bantuan sosial, hingga belanja subsidi.

Keempat, adanya proses penyesuaian penggunaan Katalog Elektronik versi 6 hari dari sebelumnya menggunakan versi 5. Kelima, pelaksanaan pengadaan belanja modal yang bersifat fisik.

Keenam kecenderungan realisasi APBN tinggi di akhir tahun, yang mana diakibatkan oleh proses pengajuan pembayaran dari pihak ketiga atau penyedia dilakukan pada akhir tahun.

Ketujuh, keterlambatan Kementerian/lembaga pengampu Dana Alokasi Khusus (DAK. Kedelapan, pengadaan tanah dilakukan bersamaan dengan pekerjaan fisik dalam tahun anggaran 2025. Kesembilan, pembayaran utang iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Tag:Dana PemdaMendagriTito Karnavian
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gedung Pancasila Kemlu. (sumber: Kemlu)
Internasional

Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Kemlu: Serangan ke UNIFIL Adalah Kejahatan Serius

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait serangan terhadap tentara Prancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon pada Sabtu…

By
Hadi Febriansyah
Dusep
3 Min Read
Selat Malaka yang menjadi jalur perdagangan strategis di dunia. (Sumber: Google Maps)
Internasional

Gawat! Ancaman Perang Bergeser ke Selat Malaka, Militer AS Incar Kapal-kapal Iran

Langkah militer Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan Iran kini semakin agresif dan memasuki babak baru yang lebih luas. Mereka mengancam tak lagi terbatas beroperasi di Timur Tengah, dan coba…

By
Dusep
3 Min Read
Pasukan TNI UNIFIL di Libanon
Internasional

Lagi Pasukan UNIFIL Tewas di Lebanon, Kini Prancis jadi Korban dan Macron Murka

Seorang tentara asal Prancis dilaporkan meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah insiden saat menjalankan operasi pembukaan akses jalan di Lebanon selatan. Peristiwa ini terjadi ketika pasukan penjaga…

By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. (Sumber: X/@RusEmbJakarta)
Ekonomi Bisnis

Rusia Bantah Minyak yang Dijual Mahal, Tegaskan Tak Ada Harga Khusus ke RI

Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia untuk Indonesia angkat suara terkait harga minyak yang…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 hari lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta
Ekonomi Bisnis

Purbaya Klaim S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, peringatan dari lembaga pemeringkat internasional Standard…

Amin SuciadySyifa Fauziah
By
Amin Suciady
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Ilustrasi SPBU Shell. (Sumber: Dok. Shell Indonesia)
Ekonomi Bisnis

BBM Nonsubsidi Naik, Bagaimana Harga di SPBU Swasta?

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
1 hari lalu
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Unsplash/Ruben Sukatendel)
Ekonomi Bisnis

10 BUMN Ditegur BEI Gegara Telat Laporan Keuangan

Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sanksi peringatan tertulis I kepada 204 emiten.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up