Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 14 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Jatam Bongkar “Sisi Gelap” Hilirisasi Nikel Maluku Utara, IWIP hingga Antam Terseret
Ekonomi Bisnis

Jatam Bongkar “Sisi Gelap” Hilirisasi Nikel Maluku Utara, IWIP hingga Antam Terseret

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 7, 2026 3:11 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Maluku Utara akibat aktivitas penambangan masif, mulai dari perusahaan swasta hingga korporasi milik negara yang ikut terlibat.

Daftar isi Konten
  • Jatam Sebut Negara dan Korporasi Menyatu
  • Laut Tercemar hingga Ancaman Bencana Ekologis
  • Transisi Energi Hanya Ganti Wajah Ekstraktivisme

Wilayah yang kerap didengungkan sebagai contoh keberhasilan pembangunan di berbagai forum resmi itu disebut menampilkan pertumbuhan ekonomi tinggi, derasnya arus investasi, serta pengembangan panas bumi dan nikel sebagai komoditas strategis menuju energi bersih dunia.

Namun di balik statistik yang terlihat gemerlap tersebut, Jatam menilai terdapat realitas suram yang sengaja disembunyikan dari ruang publik, mulai dari perampasan tanah, pencemaran laut akibat limbah industri, hilangnya kawasan hutan dalam skala besar, hingga masyarakat yang perlahan tersingkir dari ruang hidupnya sendiri.

Menurut Jatam, apa yang disebut sebagai “kemajuan” saat ini sejatinya merupakan ekspansi masif industri ekstraktif yang bekerja dengan logika perampasan.

Di balik nama-nama korporasi besar seperti Harita Nickel di Pulau Obi, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Teluk Weda, hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Teluk Buli, terbentang kenyataan yang lebih luas dan gelap terkait transformasi Maluku Utara menjadi kawasan industri tambang raksasa.

Negara telah mengalokasikan jutaan hektare ruang, termasuk ruang hidup masyarakat adat, petani, dan nelayan untuk kepentingan ekspansi kapital ekstraktif,”

kata Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Maluku Utara, Julfikar Sangaji, dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Mei 2026.

Jatam Sebut Negara dan Korporasi Menyatu

Julfikar menilai kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar investasi, melainkan bentuk penguasaan wilayah secara sistematis yang dilegalkan negara.

Kolonialisme tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya berganti wajah, bahasa, dan instrumen,”

ujarnya.

Menurut dia, jika dahulu penjajahan dilakukan melalui kekuatan militer, kini praktik serupa hadir melalui izin konsesi, investasi, serta regulasi yang dianggap berpihak pada kepentingan modal.

Negara dan korporasi dinilai tidak lagi saling berhadapan, melainkan menyatu dalam kepentingan mempercepat ekstraksi sumber daya alam dan memaksimalkan keuntungan.

Akibatnya, hukum disebut kehilangan fungsi sebagai pelindung publik dan justru berubah menjadi alat legitimasi perampasan ruang hidup.

Menurut temuan Jatam, jejaring elite politik, birokrasi, dan industri tambang di Maluku Utara membentuk struktur kekuasaan yang kuat dan sulit ditembus.

Kebijakan publik tidak lagi dirancang untuk melindungi warga, tetapi memastikan kelancaran operasi industri ekstraktif,”

tegas Julfikar.
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)

Laut Tercemar hingga Ancaman Bencana Ekologis

Jatam juga menyoroti dampak sosial dan ekologis yang disebut semakin meluas di berbagai wilayah Maluku Utara.

Hutan dibabat untuk pembukaan tambang dan pembangunan infrastruktur industri. Sungai tercemar sedimentasi dan limbah, sementara wilayah pesisir tertimbun lumpur yang merusak ekosistem laut.

Laut yang dahulu menjadi ruang hidup kini perlahan kehilangan produktivitas ekologisnya,”

kata Julfikar.

Menurutnya, hasil tangkapan ikan terus menurun, wilayah tangkap nelayan menyempit, dan ketahanan pangan masyarakat pesisir semakin terancam.

Di daratan, banjir dan bencana ekologis disebut semakin sering terjadi. Kerusakan lingkungan tidak lagi dianggap insidental, melainkan sudah menjadi pola yang terus berulang.

Semua ini dipresentasikan sebagai risiko pembangunan, seolah penderitaan rakyat adalah konsekuensi wajar dari kemajuan ekonomi,”

ujarnya.

Transisi Energi Hanya Ganti Wajah Ekstraktivisme

Jatam turut menyoroti narasi transisi energi yang kerap digunakan untuk membenarkan ekspansi industri nikel di Maluku Utara.

Nikel dipromosikan sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan simbol masa depan energi hijau. Namun di sisi lain, industri tersebut masih bergantung pada energi fosil, termasuk PLTU batu bara.

Ini bukan transisi energi yang adil. Ini adalah ekspansi ekstraktivisme dengan wajah baru, lebih bersih dalam narasi tetapi tetap kotor dalam praktik,”

tutup Julfikar.
Tag:ANTAMHarita NickelHilirisasiindustri nikelMaluku utaranikelPT IWIPtambang nikel
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Tak Hanya Manis dan Segar, Ini Khasiat Buah Naga bagi Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah naga
1
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 14 Agustus 2026: Berawan, Suhu Tembus 35°C
By Ivan Syahruna Lubis
Cuaca berawan
2
Dari Challenge Jadi Perkara, Kasus Hafalan Surah Alquran Berhadiah Miras Dilimpahkan ke Polda Metro
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi minuman keras atau miras.
3
9 Demo di Jakarta Batal Bersamaan, Pengamat Curiga Ada “Dirijen” yang Atur Gerakan Massa
By Rahmat Tunny
Momen demo
4
Misteri Sutrimo dari Kebayoran ke Banyumas: Barang Raib, Jasad Tanpa Luka
By Rahmat Baihaqi
Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (kiri) didampingi Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kiri) menyerahkan bantuan pangan beras alokasi bulan Juli, Agustus, dan September kepada warga di Surabaya, Jawa Timur
Ekonomi Bisnis

El Nino Makin Ganas, Bapanas Klaim Stok Pangan RI Aman

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok pangan dalam kondisi kuat, di tengah…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Pengguna kendaraan listrik mengisi daya mobilnya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3, Solo, Jawa Tengah
Ekonomi Bisnis

Rp534 Triliun Keluar Negeri Gara-gara BBM, Prabowo Dorong Era Kendaraan Listrik

Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan Indonesia masih mengeluarkan dana hingga US$30 miliar…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Sejumlah pekerja berada di area ruang produksi yang sudah berhenti operasionalnya selama satu bulan di pabrik PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/Makna Zaezar/nz)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi 7,22 Juta Orang Menganggur dan 43.805 Kena PHK

Pemerintah menilai perekonomian Indonesia saat ini masih tumbuh positif di tengah berbagai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
14 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto di Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas). (Sumber: YouTube BPMI)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Heran Rakyat Indonesia Banyak yang Miskin Tapi Masih Bisa Tersenyum

Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak masyarakat Indonesia yang hidup di bawah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up