Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Jatam Bongkar “Sisi Gelap” Hilirisasi Nikel Maluku Utara, IWIP hingga Antam Terseret
Ekonomi Bisnis

Jatam Bongkar “Sisi Gelap” Hilirisasi Nikel Maluku Utara, IWIP hingga Antam Terseret

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 7, 2026 3:11 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah Maluku Utara akibat aktivitas penambangan masif, mulai dari perusahaan swasta hingga korporasi milik negara yang ikut terlibat.

Daftar isi Konten
  • Jatam Sebut Negara dan Korporasi Menyatu
  • Laut Tercemar hingga Ancaman Bencana Ekologis
  • Transisi Energi Hanya Ganti Wajah Ekstraktivisme

Wilayah yang kerap didengungkan sebagai contoh keberhasilan pembangunan di berbagai forum resmi itu disebut menampilkan pertumbuhan ekonomi tinggi, derasnya arus investasi, serta pengembangan panas bumi dan nikel sebagai komoditas strategis menuju energi bersih dunia.

Namun di balik statistik yang terlihat gemerlap tersebut, Jatam menilai terdapat realitas suram yang sengaja disembunyikan dari ruang publik, mulai dari perampasan tanah, pencemaran laut akibat limbah industri, hilangnya kawasan hutan dalam skala besar, hingga masyarakat yang perlahan tersingkir dari ruang hidupnya sendiri.

Menurut Jatam, apa yang disebut sebagai “kemajuan” saat ini sejatinya merupakan ekspansi masif industri ekstraktif yang bekerja dengan logika perampasan.

Di balik nama-nama korporasi besar seperti Harita Nickel di Pulau Obi, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Teluk Weda, hingga PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Teluk Buli, terbentang kenyataan yang lebih luas dan gelap terkait transformasi Maluku Utara menjadi kawasan industri tambang raksasa.

Negara telah mengalokasikan jutaan hektare ruang, termasuk ruang hidup masyarakat adat, petani, dan nelayan untuk kepentingan ekspansi kapital ekstraktif,”

kata Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Maluku Utara, Julfikar Sangaji, dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Mei 2026.

Jatam Sebut Negara dan Korporasi Menyatu

Julfikar menilai kondisi yang terjadi saat ini bukan lagi sekadar investasi, melainkan bentuk penguasaan wilayah secara sistematis yang dilegalkan negara.

Kolonialisme tidak pernah benar-benar berakhir. Ia hanya berganti wajah, bahasa, dan instrumen,”

ujarnya.

Menurut dia, jika dahulu penjajahan dilakukan melalui kekuatan militer, kini praktik serupa hadir melalui izin konsesi, investasi, serta regulasi yang dianggap berpihak pada kepentingan modal.

Negara dan korporasi dinilai tidak lagi saling berhadapan, melainkan menyatu dalam kepentingan mempercepat ekstraksi sumber daya alam dan memaksimalkan keuntungan.

Akibatnya, hukum disebut kehilangan fungsi sebagai pelindung publik dan justru berubah menjadi alat legitimasi perampasan ruang hidup.

Menurut temuan Jatam, jejaring elite politik, birokrasi, dan industri tambang di Maluku Utara membentuk struktur kekuasaan yang kuat dan sulit ditembus.

Kebijakan publik tidak lagi dirancang untuk melindungi warga, tetapi memastikan kelancaran operasi industri ekstraktif,”

tegas Julfikar.
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)
Produksi bijih nikel PT Weda Bay Nickel digunakan untuk mendukung produksi baja nirkarat di seluruh dunia. (Sumber: Dok. Weda Bay Nickle)

Laut Tercemar hingga Ancaman Bencana Ekologis

Jatam juga menyoroti dampak sosial dan ekologis yang disebut semakin meluas di berbagai wilayah Maluku Utara.

Hutan dibabat untuk pembukaan tambang dan pembangunan infrastruktur industri. Sungai tercemar sedimentasi dan limbah, sementara wilayah pesisir tertimbun lumpur yang merusak ekosistem laut.

Laut yang dahulu menjadi ruang hidup kini perlahan kehilangan produktivitas ekologisnya,”

kata Julfikar.

Menurutnya, hasil tangkapan ikan terus menurun, wilayah tangkap nelayan menyempit, dan ketahanan pangan masyarakat pesisir semakin terancam.

Di daratan, banjir dan bencana ekologis disebut semakin sering terjadi. Kerusakan lingkungan tidak lagi dianggap insidental, melainkan sudah menjadi pola yang terus berulang.

Semua ini dipresentasikan sebagai risiko pembangunan, seolah penderitaan rakyat adalah konsekuensi wajar dari kemajuan ekonomi,”

ujarnya.

Transisi Energi Hanya Ganti Wajah Ekstraktivisme

Jatam turut menyoroti narasi transisi energi yang kerap digunakan untuk membenarkan ekspansi industri nikel di Maluku Utara.

Nikel dipromosikan sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik dan simbol masa depan energi hijau. Namun di sisi lain, industri tersebut masih bergantung pada energi fosil, termasuk PLTU batu bara.

Ini bukan transisi energi yang adil. Ini adalah ekspansi ekstraktivisme dengan wajah baru, lebih bersih dalam narasi tetapi tetap kotor dalam praktik,”

tutup Julfikar.
Tag:ANTAMHarita NickelHilirisasiindustri nikelMaluku utaranikelPT IWIPtambang nikel
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi negosiasi Iran-AS. (Sumber: Foto Dibuat AI)
Internasional

Iran dan AS Lagi Berunding Soal Proposal Perdamaian, Intip Isinya

AS dan Iran dilaporkan sedang berupaya merundingkan rincian memorandum setebal satu halaman untuk mengakhiri permusuhan. Adapun isi dari proposal tersebut merupakan langkah-langkah terbaru di tengah kebuntuan atas konflik yang telah berlangsung…

By
Iren Natania
Dusep
2 Min Read
Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI, Letjen Robi Herbawan
Nasional

Profil Roby Herbawan, Kabais Pengganti Letjen Yudi Abrimantyo

Teka-teki siapa yang menjabat Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI akhirnya terjawab. Letjen Robi Herbawan, kini mengisi jabatan tersebut. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk alumni Akademi Militer (Akmil) 1994…

By
Rahmat
Amin Suciady
1 Min Read
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Hukum

Purbaya Belum Akan Nonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Meski Terseret Kasus Suap

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, belum akan menonaktifkan Djaka Budi Utama dari jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai. Hal ini sejalan dengan munculnya nama Djaka dalam surat dakwaan…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Pelayanan SIM di Lampung. (Sumber: Antara Foto/Ardiansyah)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bakal Rombak Tarif PNBP Layanan Kementerian Lembaga, Apa yang Naik?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana merombak ketentuan umum terkait, penetapan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
54 menit lalu
Petugas tim Satgas Pertamina menyiapkan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) untuk layanan pengantaran bagi pemudik yang membutuhkan pengisian BBM motoris di Rest Area 166 A Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat
Ekonomi Bisnis

Ini Alasan Pertamina Soal SPBU yang Tidak Menjual Pertalite

PT Pertamina Patra Niaga angkat suara terkait beberapa stasiun SPBU miliknya yang…

Syifa Fauziah
By
Syifa Fauziah
2 jam lalu
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Pastikan APBN Bakal Tanggung Gaji Pegawai Kopdes Merah Putih Selama 2 Tahun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, gaji pegawai atau manajer Koperasi Desa Merah Putih…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Mau Setop Impor Solar, SPBU Swasta Mulai Bergantung pada Pertamina

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa badan usaha SPBU…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up