Presiden Prabowo Subianto sudah mengatakan, utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan dihapus.
Lantas berapa jumlah utang KUR petani yang akan dihapus oleh pemerintah?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto enggan mengungkap berapa jumlah dan nilai utang KUR petani yang akan dihapus. Pada intinya Airlangga mengatakan, pemerintah sudah menghitung berapa besaran dan jumlah utang KUR yang akan dihapus.
Nanti kita akan cek angkanya. Sudah ada (angkanya), tapi nanti karena regulasinya belum dibuat,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 11 Desember 2025.
Hapus Utang Berpotensi Pakai APBN
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro mengatakan saat ini pemerintah masih melakukan pembahasan terkait rencana penghapusan utang KUR petani dan kredit macet UMKM, termasuk opsi menggunakan APBN.
Saat ini kebijakan tersebut masih perlu pembahasan lebih lanjut, maka belum ada mekanisme yang dapat dijelaskan, termasuk terkait penggunaan APBN atau skema teknis lainnya,”
ujar Deni kepada owrite Selasa, 9 Desember 2025.
Adapun Prabowo dalam kunjungannya ke Jembatan Bailey di Teupin Mane, Aceh mengatakan bahwa pemerintah akan menghapus utang KUR bagi petani.
Prabowo meminta para petani tidak perlu khawatir karena terbebani utang di tengah bencana, sebab kondisi ini termasuk kategori dalam keadaan memaksa atau force majeure. Hal ini disampaikan Prabowo usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey di Teupin Mane, Aceh.
Utang-utang gugur karena ini kejadian luar biasa ya. Utang akan dihapus. Ini bukan kelalaian, tapi force majeure,”
ujar Prabowo dikutip Senin, 8 Desember 2025.


