Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap, Buy Now Pay Later (BNPL) alias paylater warga RI per Oktober 2025 naik menjadi Rp36,57 triliun per Oktober 2025. Jumlah itu berasal dari paylater di perbankan Rp25,72 triliun dan perusahaan pembiayaan sebesar Rp10,85 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan porsi kredit BNPL perbankan sebesar 0,31 persen dari total kredit perbankan yang mencapai Rp8.220,21 triliun. Tercatat paylater di perbankan naik menjadi Rp25,72 triliun, dari September yang sebesar Rp24,86 triliun.
Per Oktober 2025, baki debet kredit BNPL perbankan sebagaimana dilaporkan melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan), tumbuh 21,03 persen yoy menjadi Rp25,72 triliun,”
ujar Dian dalam konferensi pers dikutip Jumat, 12 Desember 2025.
Untuk jumlah rekening paylater tercatat sebanyak 30,99 juta, naik dari sebelumnya yang sebesar 30,31 juta. Dian menuturkan, NPL gross atau total kredit macet sebesar 2,50 persen.






