Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan, stok gula konsumsi ada di level aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tercatat memasuki Desember 2025, ketersediaan gula konsumsi berada di angka 1,67 juta ton.
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal mengatakan ketersediaan gula nasional saat ini berada dalam posisi yang kuat, dengan tren harga yang relatif stabil. Menurutnya, stok saat ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun, bahkan berpotensi menyisakan surplus pada awal 2026.
Berdasarkan proyeksi neraca pangan per 4 Desember 2025, kebutuhan nasional sepanjang tahun diperkirakan mencapai 2,8 juta ton, dengan konsumsi bulanan sekitar 230–250 ribu ton. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui carry over stok 2024 sebesar 1,38 juta ton dan produksi nasional 2025 yang mencapai 2,67 juta ton,”
ujar Rinna dalam keterangan resmi dikutip Minggu, 14 Desember 2025.
Rinna menjelaskan, memasuki Desember 2025, ketersediaan gula konsumsi berada pada angka 1,67 juta ton.
Dengan kebutuhan sekitar 237 ribu ton, stok kita diproyeksikan masih surplus hingga 1,43 juta ton dan akan menjadi stok awal yang kuat memasuki 2026. Ini menunjukkan pasokan gula nasional berada pada level aman dan mampu menjaga stabilitas konsumsi masyarakat,”
terangnya.
Stok 11 Bahan Pokok Dipastikan Aman

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy mengatakan sebanyak 11 bahan pokok penting dipastikan berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Amannya stok pangan ini sesuai dengan instrumen Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025. Tercatat stok beras hingga akhir Desember sebanyak 12,5 juta ton.
Kami dari Badan Pangan Nasional ingin menyampaikan bahwa 11 bahan pokok penting menjelang Nataru itu, aman. Untuk beras sampai dengan akhir Desember 2025 kita mempunyai stok sekitar 12,5 juta ton. Kemudian jagung 4,5 juta ton., kedelai 91 ribu ton,”
ujar Sarwo dalam keterangannya Selasa, 9 Desember 2025.
Sarwo merinci, untuk stok bawang merah mencapai 52 ribu ton, bawang putih 58 ribu ton, cabai besar 63 ribu ton, cabai rawit 49 ribu ton. Kemudian daging sapi kerbau 58 ribu ton, daging ayam 231 ribu ton, telur ayam ras 74 ribu ton, serta gula konsumsi 1,43 juta ton.
Adapun carry over stock atau stok sisa itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Ia mengatakan, bila dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi bulanan, stok akhir tahun beras menjadi yang teratas karena memiliki ketahanan paling lama.
Sarwo menjelaskan, dengan estimasi stok beras nasional sampai akhir 2025 masih berada di 12,5 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi bulanan 2,599 juta ton. Maka stok beras nantinya dapat mencukupi hingga hampir 5 bulan lamanya.
Stok akhir tahun jagung pun diestimasikan dapat memenuhi hingga 3,5 bulan kebutuhan konsumsi di tahun 2026 mendatang,”
jelasnya.



